Harga Gas Ancam Industri Batam

0
211
H Nurdin Basirun

Harga gas dipastikan naik di Batam. Jika harga gas naik, maka sejumlah industri di Batam akan terpuruk. Sebab, banyak pengelola kawasan industri yang memiliki pembangkit listrik sendiri dengan bahan bakar utama gas serta menjual daya listriknya ke industri-industri yang ada di kawasannya.

BATAM – Harga gas dipastikan naik di Batam. Jika harga gas naik, maka sejumlah industri di Batam akan terpuruk. Sebab, banyak pengelola kawasan industri yang memiliki pembangkit listrik sendiri dengan bahan bakar utama gas serta menjual daya listriknya ke industri-industri yang ada di kawasannya.

konsumsi industri termasuk PLN Batam. Namun gas yang dipasarkan Perusahaan Gas Negara (PGN) itu belum diketahui nilai kenaikannya karena masih dalam pembahasan. Persentase kenaikan juga akan ditentukan pemerintah pusat. Namun pihak SKK Migas, Wahyu mengatakan, jika kenaikan harga gas itu sudah bisa dipastikan terjadi.

”Naiknya pasti. Tapi berapa besarannya tidak tahu. Ini karena ada penyesuaian harga gas. Gas untuk Batam selama ini termurah,” kata Wahyu, Senin (17/9) malam di Batam.

Menanggapi hal itu, perwakilan Bright PLN Batam, Kirana mengatakan, walau gas naik, pihaknya belum ada rencana menaikkan harga listrik. Padahal, setiap kenaikan gas 1 dolar, dampaknya 6 persen untuk tarif listrik.

”Tapi mengingat kondisi ekonomi yang kurang baik dan kurang kondusif, rasanya tidak bisa menaikkan harga listrik dalam waktu dekat,” kata Kirana.

Mereka juga berharap agar pemerintah pusat membantu dengan subsidi. Subsidi diharapkan diberikan untuk hulu, dan nantinya akan berdampak pada hilir. ”Dalam mengurangi defisit, kami butuh bantuan pemerintah pusat untuk subsidi hulu, sehingga PLN yang mendistribusikan listrik bisa menjaga daya ke masyarakat,” pesan dia.

Sebagai langkah untuk mengantisipasi ketergantungan yang lebih besar terhadap gas, PLN Batam berencana mempercepat pembangunan PLTU di Tanjung Kasam. Pembangunan itu untuk meningkatkan daya pembangkit berbahan gas.

”Kami akan mempercepat pembangunan PLTU di Tanjung Kasam, menggunakan batubara,” bebernya.

Terkait kenaikan harga gas itu, Head Sales Area Head PGN Batam, Amin Hidayat mengatakan, mereka sudah berjuang agar harga gas tidak naik.

Kenaikan itu sebenarnya sudah diajukan Conoco sejak tahun 2017 lalu. Secara internal, PGN juga tidak ingin naik. Namun keputusan naik atau tidak, tetap di pemerintah.

”Tapi kami mengikuti apa yang dikeluarkan pemerintah. Berapa kenaikan, kami juga belum tahu. Sekarang ada diskusi, tapi belum diputuskan. Tapi katanya tidak mungkin bertahan harganya,” beber Amin.

Diakuinya, selama ini harga gas untuk Batam, di bawah rata-rata harga gas nasional. Kenaikan harga gas untuk Batam, terakhir tahun 2010 sekitar 9,6 dolar per BBTU. Diharapkan, ke depan, gas dari Pemping akan masuk.

Di tempat sama, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengharapkan agar rencana kenaikan gas ditunda. Kenaikan harga gas walau tidak berdampak pada tarif listrik PLN, namun akan berdampak pada industri. Sejumlah industri di Batam memiliki pembangkit sendiri dengan bahan bakar gas (BBG).

”Ini akan membuat biaya industri lebih tinggi. Ini menjadikan industri tidak punya daya saing. Akhirnya investor yang dikejar, bisa lari,” ujar Nurdin.

Kata Nurdin, jika gas naik, listrik naik, semua akan naik. Dengan demikian, inflasi akan naik dan ekonomi terganggu. Sementara industri dibutuhkan masyarakat.

”Sehingga suasana investasi akan terganggu. Mohon pertimbangkan soal rencana kenaikan. Ini akan menurunkan daya saing, pada hal kita ingin memperkuat Batam sebagai daerah industri,” harapnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here