Harga Ikan Laut Turun, Sayur Naik

0
587
MENIMBANG SAYUR: Salah satu pedagang di Pasar Bincen, Yudi sedang menimbang sayur untuk dijualnya. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – harga ikan laut mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan stok masih banyak. Berasal dari berbagai daerah di Kepri, yaitu Bintan, Lingga, Anambas serta beberapa pulau lainnya.

Hal ini dikatakan, Salah satu pedagang ikan di Pasar Bestari, Bintancenter (Bincen) Tanjungpinang, Sirait kepada Tanjungpinang Pos, Senin (25/9).
Dituturkannya, seperti ikan selar dari biasanya Rp 40 ribu kini hanya Rp 30 ribu per kilo.

Ikan tongkol merah, dari biasanya Rp 18 ribu kini hanya Rp 13-14 ribu per kilo. sedangkan tongkol putih dikisaran Rp 20 ribu dari biasanya Rp 25 ribu per kilo. Ikan benggol juga mengalami penurunan dari biasanya Rp 28-30 ribu kini hanya Rp 25 ribu per kilo. Ikan mata besar hanya Rp 20 ribu per kilo dari biasanya Rp 25-30 ribu per kilo.

Sedangkan ikan merah tetap sama yaitu kisaran Rp 65 ribu per kilo.
Begitu juga dengan ikan putih yaitu Rp 40 ribu per kilo dan ikan tenggiri sekitar Rp 50 ribu per kilo. ”Stok kini banyak, datang dari Kijang dan pulau-pulau lainya,” ujarnya saat di jumpai di kios jualannya.

Hal ini disebabkan kondisi cuaca di laut baik dan hasil tanggkapan nelayan banyak. ”Stok penentu harga, kalau banyak akan murah. Jika stok sedikit maka harga ikan akan mahal,” paparnya.

Berbeda dengan harga sayur mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan kondisi cuaca tak menentu, yaitu bisa panas dan hujan dalam hari yang sama. Kini ada empat jenis sayur naik, kisaran Rp 2 ribu hingga Rp 4 ribu per kilo. Hal ini seperti yang terlihat di Pasar Bestari Bincen juga. Kenaikan sudah terjadi sejak tiga hari lalu.

Empat komoditi sayur yang mengalami kenaikan harga diantaranya sayur sawi, kangkung, bayam dan kacang panjang. Hal ini seperti dikatakan Yudi. Dsebutkannya, harga sayur sawi biasanya Rp 5 ribu, kini mencapai Rp 7 ribu per kilo.

Sedangkan sayur kangkung dijual biasanya Rp 4 ribu menjadi Rp 6 ribu per kilo. Kemudian, harga sayur bayam saat ini mencapai Rp 8 ribu per kilo. Sebelum Rp hanya Rp 6 ribu per kilo. Sedangkan, sayut kacang panjang mengalami kenaikan mencapai Rp 4 ribu, dari harga awal hanya Rp 8 ribu menjadi Rp 12 ribu per kilo. ”Kemungkinan ini bisa jadi akan naik lagi, kalau cuaca masih seperti ini,” kata Yudi saat di kios sayurnya.

Cuaca ekstrim seperti ini, kata dia, membuat para petani gagal panen sayur di kebun miliknya.  Cuaca ekstrim yang dimaksud, cepatnya terjadi perubahan cuaca. Sebentar cuaca berubah dari hujan menjadi panas. Begitu sebaliknya, cuaca panas langsung berubah menjadi panas.

Sehingga membuat bunga sayur runtuh alias berguguran yang membuat hasil panen petani tak maksimal. Jika demikian, para petani terpaksa menaikkan harga, sehingga modalnya bisa tertutupi. ”Informasinya demikian, hasil panen petani tak maksimal,” paparnya.

Sedangkan harga sayur lainnya seperti timun, gambas dan sayur peria turun. Kini stoknya juga masih banyak. Saat ini, harga timun kisaran Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu.  Sebelumnya, harga timun bisa mencapai kisaran Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu per kilo. Harga gambas kini turun menjadi Rp 10 ribu, dari harga sebelumnya Rp 12 ribu per kilogramnya.

Kemudian harga sayur peria sudah turun Rp 2 ribu, dari harga Rp 10 ribu menjadi Rp 8 ribu per kilo. ”Beberapa jenis itu mengalami penurunan, meski tak begitu drastis. Mudah-mudahan kedepan stok tersedia sehingga harga bisa normal,” tuturnya.(ANDRI-DESI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here