Harga Ikan Meroket

0
920
MEMOTONG IKAN: Salah satu pedagang di Bincen memotong ikan laut segar, belum lama ini. F-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Sejumlah meja ikan di Pasar Bintancenter (Bincen) kosong karena para pedagang tak memiliki stok. Kini harga ikan melonjak naik berkisar 30 -50 persen dari harga normal, tergantung dari jenis ikannya. Hal ini diutarakan salah satu pedagang ikan Bincen, Pardede, bahwa stok ikan sangat sedikit.

Bahkan, bisa sampai tak berjualan karena para nelayan tak melaut beberapa hari terakhir ini. ”Hari ini saya tak jualan, tak dapat stok ikan. Nelayan banyak tak berani turun melaut karena kondisi angin, meskipun turun hasilnya sedikit tidak seperti biasanya,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Senin (7/8).

Bahkan ia mengaku sulit mendapatkan pasokan, jikapun ada harganya sangat tinggi. Dicontohkkannya ikan selar, dari biasanya berkisar Rp 35-40 ribu kini naik menjadi Rp 60 ribu per kilo. Ikan tongkol putih kini Rp 35 ribu dai harga normalnya Rp 20-25 ribu per kilo. Ikan tongkol merah masih lebih murah yaitu Rp 28 ribu dari biasanya Rp 15-18 ribu per kilo. ”Stoknya aja susah, jadi memang naiknya dari para nelayan,” tuturnya.

Baca Juga :  Sriwijaya Air Luncurkan Kartu Cerdas

Rencananya, Selasa (8/8) ia hanya menjual beberapa jenis ikan diantaranya, ikan mata besar. Harganya berkisar Rp 35 ribu per kilo, begitu juga dengan ikan kaci. Ikan benggol masih lebih murah yaitu Rp 28 ribu per kilo. Ikan tenggiri masih terbilang normal yaitu sekitar Rp 60 ribu per kilo dan ikan merah Rp 75-80 ribu per kilonya. ”Besok saya hanya menjual beberapa jenis ikan saja, sedangkan selar saya tak dapat dari nelayan,” ungkapnya.

Ia menilai, kenaikan harga ikan disebabkan stok terbatas, karena kondisi cuaca yang tak menentu. Membuat para nelayan takut untuk melaut.
Bila kondisi cuaca sudah kembali bagus, maka harga ikan biasanya juga akan turun mengikuti stok yang semakin banyak. Salah satu pembeli, Lina mengaku sangat terkejut dengan kenaikan harga ikan. Bahkan sebagai pemilik rumah makan, ia terpaksa memilih ikan lain yang lebih murah.
Sebab jika tetap membeli selar, khawatir tak bisa menjual harga normal ke masyarakat. ”Jika harga dinaikan rasnaya urang tepat, jadi pilih ikan jenis lain dulu,’ ungkapnya. ”Tadi saya tanya kepedagang harga ikan selar Rp 60 ribu. Itu mahal kali, sudah lebih murah daging ayam,” tambahnya.

Baca Juga :  Harga Cabai Turun Rp 6 Ribu

Ia menilai kondisi cuaca kerap menjadi penentu kenaikan harga ikan. Terkait hal ini juga sudah lumrah dialami masyarakat karena stok juga tergantung dari pulau.(DESI LIZA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here