Harga Mahal, Dijual ke Bangka

0
686
KAPAL nelayan yang digunakan mengangkut kabel curian dari bawah laut di perairan Bintan.

Bakamla Tangkap Maling Kabel Serat Optik Bawah Laut

Kabel serat optik yang ditanam di dasar laut tetap tidak aman dari ulah maling. Mengingat kabelnya mahal, pelaku nekat mencurinya dengan dipotong-potong di dasar laut.

BINTAN – RENCANANYA, kabel curian ini akan dibawa ke Bangka dan dijual ke penadah di sana. Namun, sebelum kapal berangkat, tim KN Belut Laut 4806 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) menangkap kapal bermuatan lima ton kabel optik yang diduga hasil jarahan dari bawah laut itu. Kapal itu ditangkap di perairan sebelah utara Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (26/5).

”Kejadian bermula saat KN Belut Laut yang dikomandani AKBP Capt Nyoto Saptono sedang berpatroli rutin. Kapal melihat aktivitas mencurigakan pada KM Tapan Ocean. Saat dilakukan pemeriksaan, didapati beberapa dokumen yang sudah tidak berlaku,” kata Kepala Subbagian Humas Bakamla, Mayor Marinir Mardiono, melalui keterangan tertulis, Sabtu (26/5).

Dokumen yang sudah tak berlaku itu antara lain Surat Persetujuan Berlayar (SPB), dokumen daftar kru, data manifes, surat ukur, pas besar sementara, dan sertifikat keselamatan.

Baca Juga :  Ratusan Pelaku Usaha Bertambah di Bintan

Selain dokumen yang sudah kedaluwarsa, dalam pemeriksaan itu juga ditemukan kabel optik sekitar lima ton tanpa kelengkapan dokumen. ”Ditemukan pula alat potong kabel optik, kompresor, selang, dan alat selam,” katanya.

Berdasarkan keterangan yang tertera di dalam SPB, perjalanan terakhir kapal yakni bertolak dari Tanjung Ru (Jebus) Muntok untuk tujuan Tanjunguban tertanggal 5 Maret 2018. Saat diperiksa, nakhkoda atas nama Naim juga tidak berada di atas kapal.
Didapati pula dua orang penyelam yang diduga mengambil kabel menjelang siang hingga sore hari. ”Rencananya, kabel optik tersebut akan dibawa ke Bangka untuk dijual kembali,” kata Mardiono.

KM Tapan Ocean beserta seluruh barang bukti lantas ditarik dan dikawal menuju Pangkalan Barelang Batam. Belum diketahui milik perusahaan mana kabel serat optik tersebut. Sehingga belum diketahui apakah akibat ulah maling tersebut ada daerah yang blank internet karena kabelnya sudah terputus.

Palapa Ring Barat Tidak Bisa Layani Anambas
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Natuna Raja Darmatika, memastikan bahwa jika pelayanan sinyal internet 4G tidak bisa melayani masyarakat di Anambas maka bisa dipastikan jaringan Palapa Ring Barat (PRB) sedang alami gangguan.

Baca Juga :  Februari, Impor Kepri Menurun

Dirinya menampik bahwa gangguan sinyal internet tersebut bahkan sampai ke Kabupaten Natuna. Untuk sementara ini, di Natuna sendiri menurut dia, memiliki alat Base Transceiver Station (BTS) sehingga sinyal masih aman. ”Kalau kami (Natuna, red) ketika Palapa ring Barat gangguan, maka ada cadangan, tapi tidak tahu dengan Anambas. Mungkin gangguan sinyal di Anambas lantaran ada gesekan atau putus jaringan Palapa ring Barat,” jelas Darmatika kepada Tanjungpinang Pos, via ponselnya, Minggu (27/5).

Sebagai informasi bahwa Palapa Ring Barat (PRB) yang sudah beroperasi pada Maret lalu, menghubungkan juga Natuna dan Anambas.  Bahkan ke depan, ada keinginan bekerja sama dengan penyedia jaringan existing (yang sudah ada) agar bisa membentuk jaringan redundant yang turut menguntungkan operator. Pembangunanm proyek PRB oleh pemerintah pusat ini, terbagi atas wilayah satu, Tebing Tinggi (Kep. Meranti). Kota penghubung Karimun dan Batam (Tanjung Pinggir) Bengkalis. Kota penghubung: Dumai dan Siak.

Baca Juga :  Danrem Ingatkan Prajurit untuk Netral di Pemilu

Paket proyek kedua, Tarempa (Kep. Anambas). Kota penghubung: Batam (Tanjung Bemban), Ranai. Kota penghubung, Singkawang. Paket proyek 3- Daik Lingga. Kota penghubung: Batam (Tanjung Bemban) dan Kuala Tungkal.

Salah satu masyarakat Anambas, Indra menceritakan, bahwa sejak semiggu ini pihaknya tidak bisa menggunakan jaringan 4G baik di kecamatan Jemaja, Letung maupun Tarempa. Menurut dia, gangguan sinyal ini tentunya sangat merugikan masyarakat se Kabupaten Anambas dalam aktivitas sehari-hari.

Indra meminta agar operator telekomunikasi yang telah membangun BTS di Anambas untuk bertanggung jawab, memberikan fasilitas yang nyaman terhadap masyarakat Anambas pada umumnya. ”Kami masyarakat Anambas masih sangat santun, tidak mau membuat keributan, apalagi di bulan suci Ramadan,” terangnya.(SUHARDI-MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here