Harga Pertalite Makin Mahal

0
487
Petugas SPBU di Batam saat mengisi tanki mobil pelanggan dengan BBM jenis Pertalite beberapa waktu lalu. f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Harga pertalite di Batam lebih mahal. Hanya saja, menurut Unit Manager Communicatiin And CSR, Pertamina MOR, Rudi Arifianto? harga bahan bakar yang satu ini tidak lepas dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB). Namun dijanjikan, jika harga minyak dunia stabil dan ada usulan pengaturan PBBKB di DPRD Kepri, maka harganya bisa turun kembali setelah dievaluasi atau perubahan. Tingginya harga pertalite saat ini menurutnya karena kondisi harga dunia.

Menurut Rudi Arifianto, jika ada penurunan pajak BBM atau PBBKB, maka secara dengan sendirinya akan menurunkan harga BBM. Termaksud dalam hal ini pertalite yang mulai populer di tengah masyarakat. ”Provinsi Riau juga melakukan hal itu. Jadi nanti harga pertalite di Batam secara sendirinya akan turun. Ini juga naik karena harga pertalite sedang naik,” jelasnya.

Disampaikan Rudi, Pertalite masih merupakan bahan bakar yang paling murah di kelasnya RON 90-91 itu. Kenaikan pertalite dari Rp8.000 menjadi Rp8.150 dinilai masih wajar, karena kondisi pasar dunia. Selain itu, Pertalite merupakan Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi atau komersial. ”Kenaikan Pertalite merupakan strategi pricing Pertamina yang harganya ditetapkan oleh badan usaha mengikuti perkembangan minyak dunia,” jelasnya lagi.

Demikian dengan Pertamax dan Pertamax Turbo, harga lebih mengikuti pasar dunia. Sementara penetapan harga, dilakukan sendiri oleh Pertamina, karena bukan BBM subsidi. Karena minyak mentah itu merupakan unsur utama dari pembentukan harga, tidak bisa dikontrol karena dipengaruhi oleh kondisi pasar global.

”Minyak dunia rata-rata hari ini sekitar 65-66 USD per barel. Namun Jumat lalu sempat diangka 70 USD perbarel,” sambungnya.

Di sisi lain, Pertamina menjanjikan tetap memberikan pelayanan lebih kepada konsumen. Termaksud melakukan kampanye atau edukasi kepada konsumen. Kampanye itu dinilai cukup berhasil di Batam, hingga saat ini konsumsi pertalite meningkat. ”Untuk Kepri, konsumsi premium masih dominan. Namun untuk Batam, kini sudah dominan menggunakan pertalite,” jelas Rudi.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here