Harga Rumah Subsidi Naik Jadi Rp 136 Juta

0
1692
RUMAH SUBSIDI: Inilah salah satu komplek rumah subsidi yang dibangun oleh developer di Tanjungpinang. Tahun lalu harga rumah subsidi masih Rp 129 juta. Sekarang naik jadi Rp 136 juta per unitnya.f-andri/tanjungpinang pos

Harga rumah di Tanjungpinang terus naik, terutama harga rumah bersubsidi bagi masyarakat tak mampu.

TANJUNGPINANG – Pemerintah pusat telah menetapkan harga rumah subsidi di wilayah Provinsi Kepri sebesar Rp 136 juta di tahun 2018, termasuk harga di Tanjungpinang. Harga tersebut mengalami kenaikan mencapai Rp 7 juta per unit dibandingkan dengan harga rumah subsidi di tahun 2017 sebesar Rp 129 juta.

”Tiap tahun harga rumah subsidi berubah-ubah bahkan naik signifikan,” kata Urip Widodo, Ketua DPD Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Pemukiman (Apersi) Kepri kecuali Batam kepada Tanjungpinang Pos, di Tanjungpinang, Selasa (2/1).

Baca Juga :  Perwako Lelet, SWRO Macet

Meskipun harga naik, kata Urip, pemerintah masih memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memiliki rumah subsidi, yang dibangun para developer di Indonesia termasuk Tanjungpinang dan Kepri pada umumnya.

Mulai dari suku bunga subsidi ringan hanya 5 persen selama 20 tahun. Pemerintah juga memberikan bantuan uang muka sebesar Rp 4 juta per unit. ”Rumah subsidi ini merupakan program lanjutan satu juta rumah dari pemerintah pusat,” ucap dia.

Meskipun sudah ditetapkan oleh pemerintah, Urip yakin, bakal akan terjadi perang harga rumah subsidi. Karena para pengembang sudah menetapkan harga rumah subsidi.

Baca Juga :  Blangko KTP-El Sudah Tersedia Lagi

Supaya rumah subsidi yang dibangun para pengembang tersebut, cepat laku terjual dengan konsumennya. Selain perang harga, masih kata dia, para developer atau pengembang akan menawarkan berbagai program kepada masyarakat yang ingin beli rumah subsidi tersebut. Salah satunya promo, seperti diskon yang akan ditawarkan oleh para pengembang atau developer tersebut.

”Karena kondisi ekonomi kita masih lesu. Kondisi ini sangat berdampak pada keuangan masyarakat. Kita ini hanya membantu masyarakat, supaya bisa punya rumah pribadi,” terang dia.

Dia optimis, target sekitar 1.000 unit rumah subsidi yang bakal di bangun para developer yang bergabung dengan Apersi, akan laku terjual habis di tahun 2018 ini. ”Tahun 2017 lalu, hanya laku terjual sekitar 500 unit rumah subsidi. Padahal, target kita hanya 1.200 unit. Ya, gimana mau mencapai target. Ekonomi kita aja masih lesu dan lesu,” sebut dia.(ANDRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here