Harga Sayuran Merosot, Petani Merugi

0
39
SEORANG pedagang di Pasar Ranai saat menunggu pembeli. F-HARDIANSYAH/tanjungpinang pos

Dalam kurun waktu sepekan terakhir ini, harga jual sayur-mayur di pasaran mengalami kemerosotan tajam. Hal ini mengakibatkan para petani merugi lantaran tidak seimbang dengan besarnya biaya produksi pertanian.

NATUNA – Lasno (45) petani asal Bunguran Tengah mengatakan, beberapa jenis sayur mayur yang mengalami penurunan harga diantaranya kacang panjang dijual dengan harga Rp3 ribu perkilogram yang semula Rp5 ribu sampai Rp8 ribu.

Kemudian, sayur Kecipir semula harga Rp15 ribu perkilogramnya sekarang hanya Rp10 ribu. lainnya, Mentimun dijual harga Rp3 ribu perkilogram yang semula mencapai Rp5 ribu. ”Untuk harga sayur kering memang lagi merosot. Sebab permintaan dari pedagang di Pasar Ranai sangat sedikit. Sedangkan hasil panen para petani melimpah,” ungkap Lasno di Kota Ranai, kemarin.

Sementara untuk harga sayur basah masih sama seperti biasanya seperti sayur kangkung, Bayam dan Sawi masih kisaran Rp10 ribu perikatnya. ”Sayur basah gak masalah yang merosot betul itu sayur kering dan sekarang harga jual gak sebanding dengan biaya produksi,” paparnya.

Harga sayuran diatas itu, sambung Lasno, adalah harga di tingkat petani dan untuk harga di tingkat tengkulak atau pedagang ia tidak mengetahui secara pasti. ”Biasanya, harga akan mengalami kenaikan ketika tingginya permintaan sementara barangnya sedikit. Pernah sekali harga timun sekilo mencapai Rp10 ribu bahkan Rp12 ribu perkilonya,” tandasnya.

Dari hasil pantauan di lapangan, penurunan harga sayur tutup Lasno, akibat daya beli di kalangan masyarakat sangat rendah. Bahkan sepinya geliat pembangunan menjadi pemicu turunya daya beli sayur.(HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here