Harga Sembako Diprediksi Naik di Bulan Puasa

0
650
MERAPIKAN dagangan: Yudi merapikan sayur yang dijualnya di Pasar Bestari Bintancentre, belum lama ini. F-Andri/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Saat bulan puasa Ramadan diprediksi harga barang-barang akan naik. Begitu juga dengan kebutuhan pokok rumah tangga. Hal itu diungkapkan pedagang Pasar Bestari Bintancentre (Bincen), Yudi memprediksi akan terjadi kenaikan.

Di kisaran Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu per kilogram (Kg). Mulai dari sayuran segar, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih dan lainnya.

”Saya prediksi akan terjadi kenaikan. Kemungkinan Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu per kg per komoditi,” kata Yudi kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Alasan kenaikan beragam. Di antaranya terlambatnya pasokan kebutuhan pokok tiba di Tanjungpinang. Atau mungkin saja harga yang naik dari pemasok.

Hal-hal ini sangat memungkinkan membuat kenaikan barang. Bila stok smepat kosong, sudah pasti akan membuat kenaikan harga. Ini seperti hukum pasar, bila permintaan lebih besar dari persediaan maka akan terjadi kenaikan harga. Serta bila pemasok menaikkan harga maka pedagang secara otomatis juga akan menaikkan.

Untuk diketahui, hampir sebagian besar, kebutuhan pokok didatangkan dari luar daerah. Cabai rawit dan merah besar salah satu jenis kebutuhan pokok yang datang dari Jawa.

”Ada juga dari Medan dan masih banyak lagi,” ucap dia.

Hingga saat ini, dia menyebutkan, sayuran segar belum mengalami kenaikan harga. Yakni sayur jenis sawi sekitar Rp 16 ribu per kilogram (kg), sayur gambas, kangkung, bayam, dan pare di kisaran Rp 10 ribu per kg. Sayur buncis dan kentang bukit tinggi masih sama yaitu Rp 18 ribu. Sayur kacang panjang di kisaran Rp 8 ribu per kg, timun Rp 4 ribu per kg.

”Harga wortel juga normal yaitu Rp 12 ribu per kg,” terangnya.

Begitu juga dengan komoditi jenis cabai hijau dikisaran Rp 16 ribu. Cabai rawit Rp 35 ribu, tidak mengalami kenaikan harga. Bawang merah India Rp 10 ribu, bawang merah Jawa Rp 24 ribu, dan bawang putih Rp 55 ribu.

”Mudah-mudahan jangan naik lagi cabai serta bawang,” harap dia.

Menurutnya, harga tak naik saja daya beli di Pasar Bestari Bincen mengalami penurunan. Apalagi naik harga, bisa jadi pengunjung atau pembeli di pasar bakal lebih sepi dari sebelumnya.

”Tapi, saya yakin, mahal seperti apapun tetap dibeli hanya mungkin jumlahnya sedikit. Sebab ini termasuk kebutuhan kita sehari-hari untuk dikonsumsi,” sebut dia.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here