Harga Telur Ayam Merangkak Naik

0
85
Karyawan distributor telur mempersiapkan pasokan yang akan diantara ke pedagang. Foto: Des Liza Purba/Tanjungpinang Pos

TANJUNGPINANG – Harga kebutuhan memasak rumah tangga di bulan Ramadan ini terus merangkak naik. Bukan hanya bumbu dapur, namun dua minggu terakhir ini, harga telur ayam ras di pasaran ikut meroket.

Hal ini diakui salah satu karyawan distributor telur ayam ras di Sukaberenang, Tejo kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (16/5) pagi. Tejo menuturkan, kenaikan harga telur berkisar Rp7 ribu sampai Rp10 ribu per ikat yang terdiri dari lima papan berisi 150 butir. Satu papan itu isinya 30 butir telur.

Dituturkannya, perbedaan harga sesuai dengan klasifikasi atau jenis telur yang dijual. Diantaranya, jenis super, nomor 1, 2, 3 dan 4 bahkan dijual lebih murah untuk telur yang cangkangnya pecah sedikit.

Tejo menyebutkan, telur jenis super dihargai Rp49 ribu per papan. Sedangkan kategori 1 lebih murah sedikit, senilai Rp47 ribu, nomor 2 senilai Rp45 ribu. Telur jenis 3 seharga Rp42 ribu serta nomor 4 dan cangkang pecah sedikit senilai Rp33 ribu per papan.

Dituturkannya, pihaknya juga melayani pembelian telur eceran. Hanya saja, disebutkannya, membeli per ikat lebih murah bahkan bila dibandingkan per papan.

Dicontohkannya, harga telur ayam nomor 1, kini dihargai Rp226 ribu per ikat, naik dari sebelumnya Rp216 ribu. Begitu juga dengan ukuran nomor dua atau lebih kecil sedikit, dijual senilai Rp215 ribu, lebih mahal dari sebelumnya hanya Rp208 ribu per ikat. Begitu juga dengan telur ayam ukuran nomor tiga menjadi Rp202 ribu, naik dari sebelumnya hanya Rp195 ribu per ikat.

”Kenaikannya sekitar Rp7 ribu sampai Rp10 ribu per ikatnya,” ucapnya.

Disinggung kenaikan harga, ia mengaku tidak mengetahui karena apa, namun ia yakin hampir semua distributor kini menjual telur ayam dengan harga yang sama. Ditambahkannya, harga ini berlaku untuk konsumen biasa. Berbeda dengan pedagang atau pengecer yang menjual kembali ke masyarakat.

”Kalau masyarakat beli ke sini kami tetap layani dengan harga pasaran. Khusus bagi langganan seperti warung, pengecer dan pelaku usaha kue dan lainnya kami berikan harganya lebih murah,” tuturnya.

Salah satu pembeli, Lina menuturkan harga telur ayam di distributor masih lebih murah dari kedai atau pun penjual lainnya. Ia sengaja kesitu membeli telur yang cangkangnya sudah pecah sedikit dengan harga yang lebih murah.

”Saya mau pakai telurnya langsung hari ini membuat kue, jadi beli yang pecah. Harganya lebih murah yaitu Rp33 ribu per papan,” ucapnya.

Bila membeli di warung harganya berkisar Rp47 ribu hingga Rp49 ribu per papan, tergantung dari jenisnya. Ia mengaku membeli telur tersebut untuk membuat berbagai jenis kue menyambut Lebaran mendatang. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here