Hari Air Sedunia, Laut Malah Menghitam

0
620
Warga Kampung Sekera saat menyisir pantai yang terkena cemaran limbah minyak hitam, Kamis (22/3).f-jendaras/tanjungpinang pos

Pencemaran Limbah Minyak Bekas Makin Meluas

Pagi Kamis (22/3) kemarin merupakan Hari Air Sedunia. Tapi petaka datang beberapa waktu lalu. Lautan di Bintan justru hitam. Tidak seperti yang diharapkan bisa melihat birunya lautan.

BINTAN – Air di lautan sepanjang pantai bagian Utara Bintan tak sebiru yang diharapkan. Warna hitam, bau menyengat justru menghiasi pantai berpasir putih ini. Seperti yang dirasakan oleh Tajudin (64), pagi kemarin. Ia hanya bisa menyisir Pantai Sekera dengan pandangan kosong yang panjang. Pantai berpasir putih tempat ia melabuhkan sampannya, berubah menjadi pantai kotor berwarna hitam, berbau dan bernoda yang sangat sulit dihilangkan.

Minyak hitam (sludge oil) sedang mengepung seluruh wilayah Utara Pulau Bintan mulai dari Pantai Sekera di Kelurahan Tanjunguban Selatan, hingga puluhan kilometer hingga Pantai Desa Pengudang. Limbah yang sebelumnya hanya menyerang kawasan pantai wisata Lagoi, kini juga menghampiri pantai tempat nelayan mengais rezeki.

Baca Juga :  Dahlan: Ekonomi Kita Sedang Tidak Baik

Pemandangan ini sontak membuat risau hati Tajudin. Bagaimana tidak, laut tempat ia menggantungkan harapan seolah terkoyak oleh serangan limbah minyak hitam. Bahkan beberapa jam lalu, ia mendengar nelayan lainnya yang terpapar limbah, seluruh tubuhnya terkena limbah minyak hitam saat sedang menyelam mencari ondok-ondok (kuda laut).

Ia sendiri sangat ragu untuk melaut melihat kondisi cemaran yang dapat mengganggu aktivitas rutinnya tersebut. Rasa khawatir dan cemasnya juga semakin besar saat ia merasa bingung bagaimana membersihkan pantai dari limbah tersebut.

Baca Juga :  Diduga Potongan Tubuh Azman

Bukan perkara mudah, limbah minyak hitam yang menggumpal dan mencair saat terkenal sinar matahari ini memang sulit dibersihkan dari butiran pasir pantai. Parahnya apabila terkena badan, baju atau peralatan tangkap ikan, sangat sulit dan repot untuk membersihkannya. ”Iya makin parah, kami pun tahunya pas sudah berada di pantai, jaring dan sampai sudah kena juga,” katanya saat berada di Pantai Sekera, Kamis (22/3).

Ia menambahkan, kondisi limbah ini jelas merugikan pihak nelayan, selain mengotori pantai, cemaran limbah membuat tangkapan ikan menurun. Sementara itu terpisah, Sugeng Riyono, Kepala Operasional KPLP Tanjunguban yang dikonfirmasi terkait limbah tersebut mengatakan pihaknya sudah melakukan patroli laut menggunakan KN Sarotama P112 beberapa hari ini, namun hingga saat ini pembuang limbah belum ditemukan.

Baca Juga :  Pamit Cari Barang Bekas, Ditemukan Sudah Tak Bernapas

”Pagi ini KN Sarotama P112 berangkat lagi patroli di sekitar perbatasan. Dari hasil patroli kami tidak menemukan aktivitas pembersihan tangki (cleaning tank). Mereka sangat lihat dan rapi, ini membuat limbah tak terdeteksi kami,” jelasnya.

Dikatakannya, meski demikian pihak KPLP terus meningkatkan pengawasan, termasuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.(JENDARAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here