Hari Ini Diurus, Besok Dokumen Bisa Selesai

0
489
Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma berbincang dengan Kabid Pengelolaan Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kota Tanjungpinang, Sumarni dan staf.F-Istimewa

TANJUNGPINANG – Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma terus menyoroti kinerja Dinas Kependudukan. Rahma berkali-kali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor tersebut.

Tujuannya bukan mencari kesalahan pegawai, namun agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih singkat. Tidak boleh berlama-lama.

Ia menginginkan agar pengurusan administrasi kependudukan rampung satu hari.

”Kalau hari ini masuk dokumen (berkas), maka besok sudah jadi. Apakah KK, KTP maupun lainnya. Tidak boleh lama. Prosedurnya dipersingkat semua,” tegas Rahma saat sidak ke kantor itu, Rabu (27/2).

Hj Rahma mengatakan, dirinya akan terus memantau pelayanan di Kantor Disdukcapil untuk memastikan bahwa setiap pelayanan yang diterima masyarakat minimal sesuai dengan SOP atau bahkan lebih baik.

Sekitar dua jam di kantor yang berada di Terminal Kijang Lama, Batu 6 tersebut, banyak hal yang ia gali. Saat itu, Rahma didampingi Kabid Kependudukan, Ririn Noviani beserta Kabid Pengelolaan Administrasi Kependudukan Disdukcapil Tanjungpinang, Sumarni.

Penjalasan yang ia dengarkan dari kedua staf tersebut, Rahma menilai keterlambatan pelayanan berada di mekanisme kerja. Untuk itu, diyakini bisa lebih baik sembari menunggu sistem online secara bertahap akan dilaksanakan sesuai instruksi Mendagri.

Baca Juga :  2021, Anak Kepri Wajib Punya KIA

”Saya datang ke sini mau mambantu bapak, ibu melalui koordinasi. Masyarakat kita harus dilayani dengan baik. Mari kita cari formulanya. Harus ada solusi. Ini tak boleh dibiarkan,” ucapnya.

Ia mengatakan, sampai saat ini masih banyak aduan dari masyarakat kepadanya. Contohnya, pengurusan Kartu Keluarga (KK) bisa berminggu-minggu termasuk pengurusan KTP elektronik dan akte kelahiran maupun urusan administrasi lainnya.

ATas dasar itulah, ia pun kembali datang ke sana ingin mengetahui mekanisme pembuatan KK, KTP, akte lahir di kantor itu yang membuat pelayanan masih lama.

Berdasarkan informasi yang ia terima, pengurusan dimulai dari loket pendaftaran. Setelah itu berkas didistribusikan ke Kepala Seksi (Kasi) terkait. Kemudian dilanjutkan ke Kepala Bidang (Kabid). Setelah itu di bawa ke ruangan percetakan.

Sumarni menuturkan, untuk percetakan tidak ada kendala. Kapastitas printer yang dimiliki bisa mencetak 100 KK per hari.

”Kalau di bidang percetakan, satu hari bisa siap. Jadi besok masyarakat bisa langsung ambil di loket pengambilan dokumen,” ucapnya sembari menuturkan, terpenting dokumen dari bidang-bidang terkait sudah di ruangan cetak.

Hj Rahma mempertegas, dokumen bisa siap satu hari, harus direalisasikan. Ini membuktikan bahwa SDM di sana memiliki niat bekerja maksimal.

Baca Juga :  Pedagang Rebutan Kios

”Jadi bisa siap satu hari juga ya ibu. Saya mau, hari ini masuk dokumen, besok warga sudah bisa ambil di loket pengambilan dokumen. Satu hari harus rampung,” ucapnya.

Mendengar permintaan itu, para Kabid menuturkan, bisa. Asal penyerahan dokumen dari Kasi dan Kabid terkait segera.

Hj Rahma sempat bertanya berapa lama verifikasi di meja Kasi dan Kabid setiap bidang? Ia berharap pejabat tidak di tempat jangan menjadi alasan terkendalanya pengurusan KTP, KK, akte lahir penduduk.

Bila para pejabatnya di tempat, untuk satu dokumen proses verifikasi tidak lama. Mencocokkan data pemohon serta dokumen lainnya.

”Saya meminta setiap Kabid jangan ada yang menahan berkas. Kewajiban menyelesaikan maka harus dikerjakan. Bila berhalangan karena keluar daerah harus ada staf yang menyelesaikan karena bukan terkait kebijakan,” ucapnya.

Mendengar hal ini, mereka sepakat bahwa setiap dokumen yang masuk hari itu, maka bisa diterima masyarakat besoknya. Begitu seterusnya, terkecuali kendala sistem, maka ini pun di luar kendali SDM di Disdukcapil.

Baca Juga :  Koalisi Anak Pinang Deklarasi, Lis Beri Ucapan Selamat

”Kalau kendala sistem saya rasa masyarakat pun mengerti. Yang saya tak terima kalau lambatnya di SDM. Ini harus sama-sama kita ubah,” paparnya.

Di sela-sela kunjungan, Hj Rahma pun berdialog dengan masyarakat. Ia menanyakan dokumen yang diurus serta kendalanya.

Diingatkannya, di loket informasi setiap masyarakat harus sudah menerima syarat yang jelas. Jangan sudah menunggu balik lagi karena dokumen kurang. Ini yang jelas tentu bagian informasi.

Selain itu, ia memiliki wacana di Kantor Disdukcapil disediakan alat mesin fotokopi. Terkait hal ini, nantinya akan dibahas bersama Walikota Tanjungpinang H Syahrul.

”Menurut saya perlu, kasihan kalau warga bolak-balik karena kurang dokumen yang difotokopi,” ucapnya.

Di lokasi itu, ada anggota DPRD Tanjungpinang, Ashady yang menuturkan, ada beberapa peralatan yang harus ditambah, agar pelayanan maksimal.

”Diantaranya, alat perekaman KTP maupun KIA serta beberapa lainnya. Bila diperlukan, Pemko perlu anggarkan biar maksimal. Terkait kekurangan ASN perlu dibahas secara rinci kembali,” tuturnya. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here