Hari Ini, Full Day School Diterapkan

0
980
SISWA SMKN 2 Tanjungpinang istirahat usai olahraga, belum lama ini di sekolah itu. Mulai hari ini, SMA sederajat di Kepri akan menerapkan sekolah stau hari penuh atau full day school.f-suhardi/TANJUNGPINANG pos

Khusus SMA Sederajat di Provinsi Kepri

Jika tidak ada halangan, mulai hari ini, Senin (5/2), seluruh SMA sederajat di Provinsi Kepri mulai menerapkan sekolah satu hari penuh atau full day school. Siswa akan sekolah lima hari saja dan mulai Senin-Jumat dan libur pada Sabtu dan Minggu.

TANJUNGPINANG – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir menuturkan, dengan diterapkannya full day school, maka Mulai Senin sampai Jumat jam olahraga pagi dihapuskan.

Hanya saja, Arifin mengimbau bagi sekolah yang memang belum siap melaksanakan kegiatan full day school ini, ia meminta untuk tidak memaksakan diri. Mengingat, pelaksanaanya harus didukung dengan sarana dan prasarana yang cukup, kemudian diisi dengan materi silabusnya harus jelas.

Baca Juga :  Siswa Bisa Belajar di Malam Hari

”Jangan sampai full day school ini menimbulkan dampak negatif, semacam kejenuhan bagi siswa. Tujuan kita bagus, tapi tidak memberikan kesan terhadap anak-anak,” jelas Arifin kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Arifin tidak bisa merincikan satu per satu mana saja sekolah di Kepri saat ini yang sudah menggelar full day school. Yang pasti menurut data lisan yang dirinya terima, sudah ada lebih dari 60 persen sekolah di kabupaten/kota yang full day school.

Mantan Kadis Kebudayaan Kepri tersebut, tidak melarang sekolah baik negeri maupun swasta yang sudah siap melaksanakan full day school yang sudah duluan menerapkan full day school.

Karena efek positif yang dia bayangkan saat ini, tujuan pihak sekolah membuat sistem demikian, salah satu mendorong perubahan pola tingkah laku peserta didik. Kemudian, di sana juga nanti diterapkan jadwal pelajaran remedial terhadap peserta didik.

Baca Juga :  Penerapan K13 Belum Merata

”Boleh kegiatan kesenian maupun olahraga, namun dibuat terstruktur,” sarannya. ”Saat ini sekolah swasta sudah duluan dari pada sekolah negeri yang melaksanakan sistem ini,” timpal Arifin.

Disinggung akan berdampak positif dan negatif terhadap full day school tersebut, apabila dilakukan dengan baik, maka akan berdampak positif. Namun kalau misalnya, inovasi ini hanya eforia dari pihak sekolah, tidak jelas tujuan akan dicapai. Dampak negatif pasti akan banyak, terutama para peserta didik akan jenuh dengan hal ini.

”Karena jam belajar full day school, ini sampai 8-9 jam. Kalau tidak dibuat sebaik mungkin, anak-anak akan semakin letih, lelah. Kalau kemasan bagus, itu bisa disadari anak, saya sebelum mereka mengusulkan sistem ini, sudah minta dulu materi untuk diserahkan. Kita tanyakan seperti apa kurikulumnya. Sudah saya pelajari, tentunya masih perlu penyempuraan lagi,” jelas Arifin.

Baca Juga :  Siswa SMKN 1 Kunjungi Panti Asuhan

Dalam rakor Disdik se-Kepri nanti, dirinya akan menyampaikan bahwa full day shcool ini, dibuat seragam. ”Selama ini masih tahap ujicoba di beberapa sekolah,” tutupnya.(SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here