Hari Ini, PPDB Online Aktif Lagi

0
785
SISWA SMAN 1 Tanjungpinang saat belajar di ruang komputer di sekolah itu, belum lama ini. F-martunas/tanjungpinang pos

Khusus Penerimaan Siswa Baru SMA, SMK dan Paket B di Kepri

Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK/Paket B secara online di Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Karimun dan Kabupaten Bintan sudah dimulai, Kamis (28/6) kemarin.

TANJUNGPINANG – Namun, karena yang mendaftar membeludak, sehingga server Dinas Pendidikan Pemprov Kepri mengalami trouble. Disdik Kepri pun menonaktifkan server tersebut 24 jam kemarin.

”Tapi mulai besok (Jumat hari ini, red), sudah kita on-kan kembali. Sudah bisa mendaftar. Kemarin kita off-kan karena menambah kapasitas bandwidth server kita,” ujar Atmadinata, Kabid Pembinaan SMA Disdik Kepri kepada Tanjungpinang Pos, Kamis (28/6).

Dijelaskannya, meski server ngadat satu hari, namun masa pendaftaran masih lama. Sehingga semua akan terakomodir. Pendaftaran untuk SMA dan Paket B mulai 28 Juni hingga 6 Juli. Sedangkan pendaftaran untuk SMK, mulai 28 Juli hingga 3 Juli.

Masa pendaftaran SMK lebih pendek karena harus melalui beberapa seleksi yakni test khusus 4-6 Juli. Sedangkan proses seleksi 7-8 Juli. Pengumuman 9 Juli dan daftar ulang 9-11 Juli.

Atmadinata mengatakan, awalnya server yang disiapkan Disdik Kepri diperkirakan sudah mencukupi untuk pendaftaran. Ternyata, masyarakat cukup ramai yang mendaftar di hari pertama kemarin, sehingga langsung ngadat. ”Karena yang masuk dari satu pintu sangat banyak, server langsung down. Kita sudah perbesar kapasitasnya dan besok sudah bisa mendaftar,” tambahnya.

Mendaftar secara online, tambah Atmadinata, memudahkan orangtua siswa. Karena mereka bisa mendaftar dari rumah, dari kantor, dari warnet atau dari ponsel sendiri. Orangtua siswa tidak perlu lagi bangun pagi lalu pergi ke sekolah bersama anaknya untuk mengambil nomor antrean pendaftaran. Sekarang ini, bahkan sambil ngopi pun bisa mendaftar dari ponselnya.

”Kemudahan itu yang kita berikan kepada masyarakat. Pendaftaran secara online. Namun untuk pemeriksaan berkas nanti tetap di sekolah. Makanya, kita imbau mendaftar itu harus sesuai zonasi. Alamat rumah harus sesuai dengan yang tertera di KK atau KTP,” tegasnya.

Ia mengatakan, bagi orangtua jangan lagi memikirkan istilah sekolah rujukan atau sekolah favorit sehingga memaksakan kehendaknya menyekolahkan anaknya di sekolah tertentu meski di luar zonasi tempat tinggalnya.

Hal itu tidak berlaku karena pemerintah sudah menghapus keistimewaan sekolah-sekolah tertentu seperti status Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Sekarang, semua status sekolah sama.

Atma menjelaskan, untuk mendaftar secara online maka setiap siswa diberi pasword atau username. Pasword ini dititipkan di sekolah asal dan siswa mengambil pasword masing-masing di SMP/MTs asalnya. Siswa pun sudah mengambilnya.

Kepada calon siswa yang berasal dari luar daerah atau dari luar Provinsi Kepri dan hendak mendaftar sekolah secara online di empat daerah itu, maka pasword tetap disediakan. ”Kita buka posko PPDB di empat daerah tersebut di Kantor Pengawas. Pasword bisa diambil di sana,” ungkapnya.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here