Hari Ini, Presiden Resmikan TPI & PRB di Natuna

0
210
MENTERI Susi disambut Bupati Natuna Hamid Rizal di Natuna, Selasa (19/3). f-hardiansyah/tanjungpinang pos

NATUNA – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan meresmikan dua proyek pusat di Natuna, Rabu (19/3) hari ini.

Kedua proyek yang akan diresmikan Presiden di Natuna adalah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) atau Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) dan Palapa Ring Barat (PRB) di Selat Lampa.

Peresmian akan dilakukan jarak jauh melalui video conference dan acara di Selat Lampa Natuna dipimpin Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudji Astuti.

Selasa (19/3) kemarin, Menteri Susi sudah tiba di Natuna. Kedatangannya disambut Bupati Natuna Hamid Rizal dan seluruh unsur pimpinan daerah Natuna.

Menteri Susi dijadwalkan dua hari di Natuna. ”Ya betul, Bu Menteri sudah sampai di Natuna. Beliau bermalam di Alife Stone. Besok acara peresmian SKPT dan Palapa Ring Barat di Selat Lampa,” kata Humas KKP Lukman di Ranai.

Peresmian dua proyek besar pemerintah pusat itu akan dilakukan Presiden melalui saluran live streaming telekomunikasi.

”Peresmian dilaksanakan oleh Pak Presiden melalui saluran konferensi video. Bu Menteri memimpin acara di Natuna,” sebutnya lagi.

Kadiskominfo Kabupaten Natuna, Raja Darmika mengatakan, peresmian Palapa Ring Barat dilaksakanakan di Selat Lampa karena acaranya diselaraskan dengan peresmian SKPT setempat.

Untuk Palapa Ring Barat, pada hari yang sama juga digelar acara bazar dan hiburan di Pantai Kencana, Ranai sebagai ajang sosialisasi PRB kepada masyarakat Natuna.

”Acaranya diselaraskan dengan SKPT. Di Selat Lampa acara dihadiri oleh Menteri Susi dan pejabat Kominfo. Sedangkan di Pantai Kencana dihadiri oleh pejabat daerah. Mudah-mudahan acaranya lancar,” harap Darmika.

Menteri Susi dijadwalkan berada di Natuna selama dua hari, selanjutnya akan bertolak ke Jakarta melalui Pontianak, Kalimantan Barat.

Salah satu agenda Menteri Susi di Natuna adalah main jet sky dan mandi di laut. Susi sendiri memilih menginap di homestay yang ada lokasi Geopark Nasional, Alif Stone.

SKPT di Selat Lampa Natuna merupakan salah satu dari 12 yang dibangun pusat di Indonesia. Khusus SKPT Natuna dirancang agar bisa menjadi pusat pelelangan ikan terbesar di Asia Tenggara.

Potensi ikan di Natuna yang sangat berlimpah akan mendukung SKPT ini. Para nelayan akan menjual ikan hasil tangkapannya ke SKPT untuk selanjutnya diekspor ke berbagai negara.

Membangun 12 SKPT di Indonesia merupakan salah satu program Jokowi-Jusuf Kalla yang ingin menjadi Indonesia sebagai pusat maritim dunia. Kapal laut (tol laut) juga diperbanyak, pelabuhan dibangun hingga bantuan kapal dan alat ikan ke nelayan diberikan.

SKPT Selat Lampa Natuna ini dibangun sejak Agustus 2016 lalu di atas lahan seluas 16,8 hektare. Dari total luas tersebut, saat ini sudah terbangun 5,8 ha yang terdiri dari 2,8 ha kawasan eksisting dan 3 ha kawasan baru hasil reklamasi.

Di pulau terluar Indonesia bagian Natuna Utara tersebut, dibangun kios BBM, gedung pengelola bersama, TPI, pusat perbaikan jaring, mesin dan genset cadangan, toilet umum, cold storage, pabrik es, air bersih, dan jalan selebar 6 meter yang menjadi jalan masuk ke dalam kompleks Selat Lampa.

Di SKPT ini, Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) menggandeng Perum Perikanan Indonesia (Perindo) untuk menyerap hasil ikan yang ditangkap oleh nelayan.

Diharapkan, sekitar 2.000 kapal ikan lokal di Natuna dengan kapasitas rata-rata di bawah 5 GT akan menjual hasil tangkapannya di SKPT ini.

Sedangkan proyek Palapa Ring Barat (PRB) resmi diluncurkan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Rabu (15/6/2016) di Batam.

Proyek ini akan menjangkau wilayah Riau dan Kepri dengan dukungan jaringan kabel serat optik sepanjang 1.980 Km. Paket ini dibangun dengan dana sekitar Rp3,48 triliun.

PT Palapa Ring Barat merupakan Badan Usaha Pelaksana (BUP) bentukan Konsorsium Mora Telematika Indonesia-Ketrosden Triasmitra selaku pemenang lelang Proyek Palapa Ring Paket Barat. (hrd/mas/net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here