Hari Ini, Satlantas Mulai Gelar Razia Simpatik Seligi

0
775
GELAR RAZIA: Anggota Satlantas Polres Tanjungpinang membentang spanduk tentang mulainya razia, Selasa (28/2) di bundara Pamedan. f-Rayamon/tanjungpinang Pos

TANJUNGPINANG – Bagi masyarakat yang belum memiliki kelengkapan kendaraan, segera melengkapinya bila tak mau berurusan dengan pihak kepolisian.

Satlantas Polres Tanjungpinang mulai menggelar Operasi Simpatik Seligi 2017. Razia akan digelar selama tiga pekan dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.

Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Tanjungpinang Iptu Ahmad Saputra mengatakan, tujuan operasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat supaya tertib dalam berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan dijalan raya.

”Hari ini (Rabu, red) kita gelar pasukan secara serentak seluruh Indonesia, upaya simpati sehingga tidak timbul jarak antara petugas Satlantas dan masyarakat,” kata Iptu Ahmad Saputra, Selasa (28/2)/

Menurutnya, Operasi Simpatik Seligi 2017 digelar selama 21 hari mulai Rabu (1/3) sampai tanggal 21 Maret mendatang. Sasaran operasi adalah pengendara roda dua, roda empat dan angkutan umum serta barang yang tidak memiliki kelengkapan kendaraan.

Sesuai dengan sandinya, Operasi Simpatik lebih menekankan cara bertindak yang humanis dan bersifat primitif serta preventif akan tetapi setiap pelanggar juga akan ditilang.

”Sifatnya lebih kepada teguran dan imbauan, tetapi kalau pelanggarannya sudah membahayakan keselamatan tentu akan ditilang. Tetapi tentunya dengan mengedepankan upaya simpatik senyum, sapa dan salam,” uangkapnya.

Operasi ini melibatkan seluruh personel Satlantas Polres Tanjungpinang. Operasi digelar di titik-titik rawan pelanggaran seperti perempatan dan pertigaan di seluruh wilayah Tanajungpinang. Sasaran operasi seperti pelanggaran tidak mengenakan helm, sabuk pengaman, menaikkan serta menurunkan penumpang tidak pada tempatnya dan lainnya.

Dalam pelaksaan Operasi Simpatik Seligi 2017 Polres Tanjungpinang juga menerapkan sistem hunting. Penerapan sistem hunting tersebut ditujukan agar dapat menjangkau semua titik yang dinilai menjadi rawan pelanggaran lalu lintas oleh para pengendara kendaraan bermotor.

”Kami akan terapkan sistem hunting. Jadi tidak diam di satu tempat. Karena kalau hanya diam di satu tempat maka pengendara yang melanggar peraturan tidak dapat diketahui,” ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat diminta untuk melengkapi surat-surat kendaraan. Ia juga menegaskan masih banyak warga Tanjungpinang, belum menghormati aturan-aturan berlalulintas yang benar.

”Masih banyak kita temukan masyarakat tak mengunakan helm ganda. Ini sangat beresiko bila terjadi hal-hal tidak diinginkan di jalan raya.

”Termasuk masyarakat tak memakai helm ganda akan kita tertibkan. Helm sangat bermaaf untuk keselamatan pengendara sendiri,” tegasnya. (cr27)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here