Hari Ini, Tiga Rangkaian FSC Digelar

0
726
BERDIRI: Salah satu anggota drumben berdiri usai beraksi di FSC dalam momentum FBK 2016 lalu di lapangan Pamedan Tanjungpinang.

Lomba Drumben, Kuliner 10 Kampung dan Gurindam 12

TANJUNGPINANG – Rangkaian Festival Sungai Carang (FSC) dalam momentum Festival Bahari Kepri (FBK) 2017 dimulai, Selasa (17/10) hari.

Perhelatan dimulai dari Lomba Drumben Antarpelajar se-Kepri memperebutkan piala Gubernur Kepri. Event ini akan digelar di Pelataran Gedung Daerah, Tepilaut, Tanjungpinang pukul 08.00 pagi sampai pukul 15.00 WIB.

Dijadwalkan, kegiatan tersebut akan dibuka Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun, serta akan ada juga Kepala Dinas Pendidikan Kepri mendampingi gubernur.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri sekaligus ketua panitia pelaksana, Buralimar menuturkan, selain kegiatan drumben, di waktu yang sama akan ada kegiatan Kuliner 10 Kampung yang menyediakan makanan khas Melayu di Anjung Cahya, Tepilaut.

Baca Juga :  Harga Murah, Tersedia Hasil Panen Petani

”Ada beragam makanan Melayu sebagai ajang perkenalan kepada para pelajar,” ungkapnya.

Setiap peserta drumben nantinya akan menerima kupon yang dapat ditukarkan dengan makanan-makanan yang telah disediakan di kegiatan Kuliner 10 Kampung itu.

Setelah itu, dilanjutkan dengan Festival Pembacaan Gurindam 12. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Daerah, Tanjungpinang dimulai pukul 15.00 sampai dengan selesai.

”Kita sudah siapkan tim-tim juri berkualitas untuk setiap bidang. Tapi khusus Kuliner 10 Kampung tidak diperlombakan,” paparnya.

Ini merupakan rangkaian Festival Sungai Carang (FSC) yang dilaksanakan untuk ke lima kalinya. Selain itu, akan ada Lomba Kapal Hias dengan tema niaga. Kegiatan dilaksanakan terpisah, Jumat (20/10).

Baca Juga :  Pemprov Diminta Audit Total PDAM Tirta Kepri

Pemprov menyediakan total hadiah sekitar 120 juta untuk tiga festival tersebut. Terkait jumlah masing-masing hadiah, akan diumumkan pada masing-masing perlombaan.

Peserta drumben yang mendaftar ada 12 sekolah berasal dari Tanjungpinang, Bintan dan Batam. ”Tahun ini ada satu peserta dari Batam, yaitu sekolah Pondok Pesantren Alkautsar, Batam,” paparnya.

Sedangkan untuk lomba pembacaan Gurindam ada 31 peserta. Ini melebihi target awal yang di direncanakan hanya 25 orang. ”Kita batasi karena terkait waktu, jangan sampai larut malam selesai,” paparnya. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here