Hari Pertama Kerja, 230 ASN Tak Ikut Apel

0
435
APEL PAGI: ASN bersalam-salaman dengan Wako, Wawako, Sekda Kepala OPD Pemko Tanjungpinang, Senin (3/7).

SENGGARANG – Hari pertama masuk kerja setelah libur Lebaran, ada 230 Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Pemerintahan Kota Tanjungpinang yang membolos. Padahal, pemerintah telah memberikan libur nasional Lebaran selama 1 pekan lebih. Ada 230 ASN tidak ikut apel bersama yang dipimpin langsung Wako Tanjungpinang, H Lis Darmansyah di Kantor Wako Tanjungpinang berada di Senggarang, Senin (3/7).

230 ASN yang tidak ikut apel memiliki alasan yang berbeda-beda. Ada ASN tidak masuk kerja karena tidak mendapatkan tiket pesawat balik ke Tanjungpinang. 145 ASN mengaku sedang melakukan dinas luar atau sedang jaga kantor pelayanan di tempat ia bekerja. Ada 39 ASN alasan sakit, apakah sakit, dikarenakan operasi atau melahirkan. Ada juga 18 ASN sedang ikut diklat dan 3 ASN terkendala dengan transportasi yang digunakan ASN untuk kembali lagi ke Tanjungpinang.

”Saya rasa ASN ini sudah ada di Tanjungpinang. Hanya saja tidak ikut apel pagi,” kata Kepala Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tanjungpinang, Tengku Dahlan kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Kata Tengku Dahlan, 230 ASN tak masuk apel alasanya ASN masih dibilang masuk akal dan diterimanya. Contoh, ASN yang tidak dapat tiket pesawat. ASN ini memiliki niat untuk pulang ke Tanjungpinang. Hanya saja, terkendala tidak dapat tiket pesawat. Kalau kejadian seperti ini, kata dia, harap maklum. Karena di musim Lebaran banyak orang butuh tiket pesawat untuk pulang kampung. Jadi, tiket pesawat yang dipesan ASN tersebut, habis.

”Ya, harap maklum saja lah. Yang penting, intinya ASN kita kasih kabar, kalau dirinya tidak bisa hadir dengan alasan yang bisa diterima,” terang dia. Meskipun, hanya 1,3 persen yang tak ikut apel, ia memberikan apresiasi kepada ASN Pemko Tanjungpinang. Karena seluruh ASN Pemko Tanjungpinang hadir dan ikut apel.

”Yang hadir tadi ada 98,7 persen, dari jumlah pegawai kita 2.230 orang,” sebut dia. Berbeda dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Riono mengatakan, bagi pegawai yang tidak ikut akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Sanksi yang bakal diberikan, ia terlebih dahulu melihat record pegawai tersebut.

Apakah pegawai tersebut sudah atau belum pernah membuat kesalahan terkait kediplinan. Kalau belum, maka ia akan memberikan sanksi ringan berupa teguran langsung kepada pegawai tersebut. Namun, apabila sudah pernah berulang kali membuat kesalahan kedisiplinan, maka pegawai tersebut diberikan sanksi penundaan kenaikan pangkat di lingkungan Pemko Tanjungpinang.
”Ini sudah jadi aturan kita lihat sudah berapa kali ASN tersebut melanggar disiplin pengawai,” tegasnya.  Ia juga minta agar ASN terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dimasing-masing OPD. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here