Hari Samudra, Lantamal IV Tabur Bunga

0
508
Komandan Lantamal IV (Danlantamal) Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kepri menggelar tabur bunga di laut Tanjungpinang dalam rangka hari Dharma Samudra, Senin (15/1). f-raymon/tanjungpinang pos

Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV menggelar tabur bunga untuk mengingat jasa-jasa para pejuang pahlawan pertempuran 15 Januari 1962.

TANJUNGPINANG – Acara Tabur bunga yang digelar di Dermaga Lantamal IV Tanjungpinang, Senin (15/1) untuk memperingati hari Dharma Samudera tahun 2018. Komandan Lantamal IV (Danlantamal) Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno mengatakan, upacara tabur bunga Hari Dharma Samudra yang diperingati berawal dari tanggal 15 Januari 1962.

Pada saat itu, terjadi pertempuran heroik laut Aru, Maluku.Yakni, KRI Macan Tutul melawan Karel Doorman (Belanda) sehingga heroik dari para prajurit matra laut ditetapkan oleh negara dan pemimpin angkatan laut sebagai hari Dharma Samudra.

Baca Juga :  Rutan Tanjungpinang Dilengkapi X-Ray

”Untuk memperingati jasa-jasa pejuang, kita bersama dengan Forum Koordininasi Pimpinan Daerah menggelar Hari Dharma Samudera setiap tahunnya,” katanya.

Sambung dia, dengan menggelar tabur bunga, untuk mengenang perjuangan keheroikan para pendahulu TNI Angkatan Laut yang telah mempertahankan kedaulatan di laut, menghadapi kapal Belanda. Acara lainnya memperingati Dharma Samudra juga dilaksanakan doa bersama beberapa waktu lalu.

”Selain menggelar doa bersama, untuk mengenang seluruh jasa-jasa penjuang kita yang telah gugur melawan kapal Belanda jadi kita melaksanakan tabur bunga,” bebernya.

Baca Juga :  Waspadai Penyakit Paskalebaran

Selain melaksanakan tabur bunga, Lantamal IV juga memberikan bingkisan atau tali asi kepada keluarga pejuang-pejuang yang gugur dari Kapal KRI Macan Tutul. Terutama yang berasal dari Tanjungpinang. ”Kita menghadirkan 5 orang. Mereka adalah keluarga besar dari kapal KRI Macan Tutul dan dari pimpinan angkatan laut menyampaikan tali asi,” tuturnya.

Sambud dia, dari beberapa keluarga Kapal KRI Macan Tutul, terutama para istri ABK kapal tersebut memberikan beberapa pesan penting.

Pesan-pesan tersebut menjadi masukan sebagai pedoman yang akan diaplikasikan kepada seluruh prajurit-prajurit angkatan laut. ”Pesan-pesan dari seluruh keluarga pejuang kita masukan ke aplikasi dan kita akan terapkan ke pada seluruh prajurit laut,” jelasnya.

Baca Juga :  11 JCH Tak Memenuhi Syarat Kesehatan

Eko berharap, kepada seluruh prajurit matra laut bisa mengambil teladan para perjuangan KRI Macan Tutul, demi untuk mempertahankan kedaulatan di laut, niali-nilai heroik dan nilai keteladanan yang bisa diambil untuk diimplementasikan dengan situasi pada saat ini.(RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here