Harus Ada Lompatan PAD

0
114
Iskandarsyah

TANJUNGPINANG – Harus ada lompatan agar dengan adanya membagi hak partisipasi (Participating Interest/ (PI) 10 persen dari pengelolaan blok migas di Natuna bisa menambah Pendapat Asli Daerah (PAD) Kepri. Sehingga APBD 2020 atau 2021 bisa di atas Rp4 triliun.

”PI ini di samping peran almarhum Sani,  peran Sekda Suhajar waktu itu dan Sekda almarhum Robert. Karena tak semua orang paham tentang PI. Karena ini ada dasar hukumnya: Undang-undang No.22 Tahun 2001 tentang Minyak Dan Gas Bumi dan Peraturan Pemerintah No.35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak Dan Gas Bumi. Jadi, adanya peran semua pihak ini mudah mudahan dapat menambah keuangan Kepri,” kata Iskandar, kemarin di Tanjungpinang.

Menurut dia, persoalan PI 10 persen ini masih panjang prosesnya dan Kepri harus menyediakan anggaran puluhan miliar untuk modal awal dalam rangka keikutsertaan guna mendapatkan 10 persen.

” Namun modal keluar itu akan kembali ke Kepri dengan berlipat ganda. Dan kita harus dukung ini untuk kebaikan semua pihak,” kata politisi PKS alumni Hoge School Rotterdam, Belanda itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, perusahaan migas asal Australia PT. Santos yang melakukan pengeboran minyak dan gas (migas) di lepas pantai Natuna sejak tahun 2015 lalu, akhirnya menyetujui untuk membagi hak partisipasi 10 persen di wilayah kerja North West Natuna (NWN), ke PT Pembangunan Kepri North West Natuna milik Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Hal ini disepakati dalam rapat antara PT. Pembangunan Kepri NWN bersama dengan PT. Santos di Jakarta, Rabu (20/2).

Dengan adanya perjanjian kerjasama ini diharapkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kepri dipastikan akan mengalami peningkatan. Jika seluruh proses dapat terlaksana, maka dalam sebulan keuntungan yang bakal diperoleh Provinsi Kepri diproyeksi sebesar US$ 6 juta atau sekitar Rp 84 miliar per bulannya dari pembagian 10 persen. (pat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here