Harus Ada Seleksi Khusus STAN Daerah Perbatasan

0
345
Abdul Haris

ANAMBAS – Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas ingin adanya tahapan afirmasi pada seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Hal tersebut disampaikannya kepada Ketua Panitia Daerah SPMB STAN yang sedang berjalan di Kantor Bea Cukai Tarempa.

Pasalnya, delapan peserta yang ikut SPMB STAN di Anambas harus berkompetisi sejajar dengan kabupaten/kota lainnya yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia. ”Kita ingin di Anambas dilakukan tahapan afirmasi seperti di daerah timur. Karena saat ini, 8 peserta yang merupakan putra-putri Anambas ini selevel dengan peserta yang ada di Jawa. Paling tidak disesuaikan untuk daerah perbatasan yang serba keterbatasan ini,” ujar Abdul Haris SH, Bupati Anambas saat meninjau proses pelaksanaan SPMB di Kantor Bea Cukai Tarempa, kemarin.

Ketua Panitia Daerah SPMB STAN Anambas Slamet Sukanto mengakui, tahapan afirmasi tersebut dapat dilaksanakan di Anambas. Namun, harus terlebih dahulu diusulkan kepada Menteri Keuangan. ”Contohnya, Anambas butuh bidang pengelola kuangan dan pengelolaan aset. Ini bisa diusulkan ke Menkeu. Kemudian bisa melalui program kami yakni melaksanakan bimbingan belajar (bimbel),” terang Slamet.

Slamet menyinggung tahun 2018 ini pihaknya cukup keterbatasan waktu dan Sumber Daya Manusia. Pasalnya, Anambas masih minim sosialisasi dan minim informasi. Sehingga, minat putra-putri asli Anambas minim mengikuti SPMB STAN.

”Kami sempat melakukan sosialisasi di Natuna dan ada 3 peserta yang kami bawa untuk mengikuti bimbel. Ini memang kami pilih dari siswa yang berprestasi baik. Kami mengakui di Anambas ini minim sosialisasi dan minim SDM. Untuk tahun depan, kami akan intens melakukan sosialisasi untuk menarik minat para putra-putri Anambas,” jelasnya.

Terkait proses pelaksanaan SPMB, kata Slamet, ada kendala pada jaringan internet. Menurutnya jaringan internet Anambas sangat luar biasa. ”Internet ini memang kendala. Atas inisiatif Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dilakukan offline, ketika sudah selesai dijawab maka akan dikirim ke pusat,” terangnya.

Adapun proses SPMB yang diikuti 8 peserta yakni, ujian tahap I menggunakan Computer Assisted Test (CAT) yang terdiri dari seleksi kemampuan dasar. Sementara peserta akan tes wawasan kebangsaan dengan ambang batas 75, tes inteligensia umum dengan ambang batas 80, tes karakteristik pribadi dengan ambang batas 143, tes potensi akademik dengan ambang batas 67, tes Bahasa Inggris dengan ambang batas 30.

”Peserta ini ada waktu 150 menit untuk menjawab 175 soal. Dan apabila salah satu test tidak lulus, maka dianggap tidak memenuhi,” singgung Slamet saat menunjuk live score SPMB yang sedang berlangsung. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here