Harus Bijak Manfaatkan Gadget

0
279
Petrus M Sitohang dan Amroni bersalaman dengan siswa usai menjadi irup di sekolah itu, kemarin. f-martunas/tanjungpinang pos

Petrus Sitohang Irup di SDN 006

TANJUNGPINANG – Anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Petrus M Sitohang SE,Ak mengajak pelajar dan orangtua siswa untuk bijak menggunakan gadget.

Ponsel pintar, kata Petrus, menyediakan beragam informasi dan ilmu pengetahuan lewat internet. Namun, banyak juga situs-situs yang tidak layak untuk dibuka pelajar.

Apabila menggunakan gadget, maka sebaiknya untuk menambah ilmu pengetahuan si anak. Pesan ini disampaikan Petrus Sitohang saat menjadi inspektur upacara (Irup) saat apel kenaikan bendera di SDN 006 Tanjungpinang Barat, Jalan Sutan Syahrir Gang Pari RT.02 RW.10 No.56, Senin (11/2).

Perkembangan zaman, kata politisi PDIP Tanjungpinang ini, harus diikuti terlebih pelajar. Apalagi dengan revolusi industri 4.0 saat ini, mau tidak mau anak-anak harus terbiasa mengikuti kecanggihan teknologi sekarang.

Di zaman anak-anak SD sekarang ini, dunia industri sudah sangat maju. Apalagi ke depan, bakal jauh lebih maju lagi.

”Sebenarnya, gadget bisa merusak dan bisa membantu anak-anak lebih cepat pintar. Karena itu, gunakan dengan bijak. Untuk kebaikan. Untuk menambah kepintaran,” pesannya.

Ia juga bangga dan senang melihat anak-anak di sekolah itu yang impiannya sudah terlihat sejak dini. Saat ditanya siapa yang mau sarjana, hampir semua siswa tunjuk tangan.

”Artinya, dari awal mereka sudah tahu kemana melanjutkan pendidikannya nanti. Saya tanya siapa yang mau jadi sarjana, hampir semua tunjuk tangan. Ini tandanya keinginan mereka tinggi untuk belajar,” tambahnya.

Kepada siswa diminta agar tidak terlalu banyak main-main. Jika ingin sarjana, maka harus rajin belajar. Rajin baca buku. Rajin bertanya pada guru di kelas dan pada orangtua atau kakaknya di rumah.

Ia juga berpesan agar siswa patuh pada orangtua dan guru-gurunya di sekolah. Jangan malas jika disuruh baik di sekolah maupun di rumah. Ia mengatakan, pantang melawan guru dan orangtua.

Anak-anak itu juga diberi motivasi agar tidak patah semangat meski kondisi ekonomi orangtuanya tidak mapan. Petrus mencontohkan, Barack Obama dulunya belajar di salah satu sekolah negeri di Indonesia.

Ia juga bukan dari keluarga yang mapan. Bahkan orangtuanya termasuk miskin. Orangtua Barack Obama juga berpisah. Meski banyak tantangan yang harus dihadapi Barack Obama saat kecil, tapi semangatnya untuk belajar tak pernah kendur. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here