Harus Buka Pintu Turis Singapura

0
252
Hengky Suryawan

Jangan Sampai Kepri Resesi Ekonomi di Triwulan III

Kepri jangan sampai masuk ke jurang resesi ekonomi di Triwulan III-2020 (Juli- September). Untuk itu, perlu dibuka pintu masuk turis Malaysia dan Singapura.

TANJUNGPINANG – PENGUSAHA kapal Kepri asal Tanjungpinang, Hengky Suryawan mengatakan, setelah membaca di surat kabar bahwa pertumbuhan ekonomi minus (-6,66 persen) Triwulan II-2020 (April-Juni), dirinya langsung menghubungi pihak Bank Indonesia (BI).

”Sebelum saya telpon Lu, sudah duluan saya telpon kawan saya orang BI. Kata dia, sektor paling anjlok itu jasa, perdagangan, pariwisata dan ritel. Memang semua kena imbasnya, tapi sektor itu paling parah,” ujar Hengky Suryawan via ponselnya, Kamis (6/8).

Pria dengan sebutan Pengusaha 1.001 Kapal ini menjelaskan, dari berbagai sektor yang memikul pertumbuhan ekonomi Kepri, masih ada yang tumbuh 1,6 persen yakni sektor industri.

”Termasuk lah itu galangan kapal, industri pengolahan. Kita masih tumbuh 1,6 persen. Kalau industri lain, seperti jasa, pariwisata mati total,” ungkapnya lagi.

Dia juga dapat kabar dari temannya, puluhan kapal penumpang internasional di Kepri saat ini harus diparkirkan karena Indonesia sudah menutup pintu masuk wisman.

Baca Juga :  Cepat Dewasa, Melaju Seperti Teknologi

Sementara Kepri merupakan pintu masuk wisman terbesar kedua di Indonesia setelah Bali dan Jakarta di posisi nomor tiga. Tahun lalu, sekitar 2,4 juta jiwa wisman atau turis datang ke
Kepri.

Sekarang ini, jumlah turis yang datang ke Kepri anjlok hingga 97 persen lebih. Akhirnya, kapal-kapal mharus diparkirkan. Demikian juga dengan transportasi laut domestik banyak yang anjlok.

”Kalau ingin ekonomi kita tumbuh, salah satu yang perlu diperhatikan pemerintah itu pintu masuk turis Malaysia dan Singapura. Mereka pun mungkin ingin juga buka pintu masuk itu,” tambahnya.

Apabila turis Malaysia dan Singapura sudah masuk, maka sektora jasa seperti feri akan hidup kembali, demikian juga dengan usaha bus travel, rumah makan, restoran, hotel akan mulai bergairah. Jika hanya berharap pada sektor industri, tentu berat bagi Kepri untuk mendongkrak perekonomian itu. Di satu sisi, dia juga paham dengan tugas berat pemerintah saat ini yang masih fokus menangani pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Amjon dan Azman Taufik Di-Nonaktifkan

Hengky yakin, Kepri bisa lepas dari resesi ekonomi di Triwulan III-2020 nanti. Jika sempat resesi, maka sangat sulit dan butuh waktu lama untuk memulihkannya.

Saat ditanya apakah sektor industri seperti galangan kapal banyak pengurangan karyawan, Hengky mengatakan, mereka berusaha bertahan agar pengangguran tidak membeludak.

Hengky juga meminta pemerintah daerah mengambil keputusan konkrit untuk menyelamatkan pertumbuhan ekonomi Kepri.

Dia sendiri masih optimis, pertumbuhan ekonomi Kepri di Triwulan III-2020 nanti bisa mencapai 2 persen. ”Perlonggar lock down Kepri ke Malaysia atau Singapura,” sarannya.

Kemudian, wisatawan dari Singapura dan Malaysia yang datang ke Pulau Bintan terutama Lagoi, karena di Lagoi masih zona hijau, sebaiknya mereka (turis) tidak langsung dikarantina.

Hengky juga berharap pemerintah pusat mempercepat pencairan pembayaran gaji 13 pegawai supaya terjadi pengerakan transaksi keuangan di tengah masyarakat.

Setidaknya gaji 13 ini bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi. Apalagi, banyak pegawai pusat dan daerah di Kepri, termasuk TNI-Polri yang akan dapat gaji 13.

Baca Juga :  Polda Ungkap Sindikat Prostitusi di The Exotic Pub

”Percepat juga lelang proyek yang tidak kena rasionalisasi anggaran penanganan Covid-19. Biar belanja uangnya cepat dan berputar,” kata dia.

Hengky mengatakan, dirinya sudah puluhan tahun menjadi pengusaha. Inilah pertumbuhan ekonomi terburuk yang dialaminya.

Pandemi virus Korona atau Covid-19 menyeret pertumbuhan ekonomi Kepri Triwulan II-2020 hingga -6,66 persen. Inilah pertumbuhan terburuk ekonomi Kepri dalam sejarahnya.

Secara nasional, pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan II juga minus (-5,32 persen). Saat ini, pemerintah menjaga jangan sampai Indonesia mengalami resesi di Triwulan III-2020 (Juli-September).

Presiden Joko Widodo sudah menyiapkan berbagai program untuk memulihkan ekonomi Indonesia. Berkaca dari pertumbuhan ekonomi negara-negara maju minus hingga 2 digit, Indonesia dipacu agar tidak terseret ke jurang resesi.

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pun digulirkan dan anggarannya untuk berbagai sektor lebih dari enam ratus triliun supaya tidak resesi. (bas/mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here