Harus Mampu Bawa Investor

0
127
Paslon nomor urut 1 H Syahrul-Rahma dan Paslon nomor urut 2 H Lis Darmansyah-Maya Suryanti nampak akrab dimanapun termasuk saat debat publik yang digelar KPU. f-abas/tanjungpinang pos

Debat Kedua Paslon Cawako-Cawawako

TANJUNGPINANG – KPU Kota Tanjungpinang melaksanakan debat publik putaran kedua, Selasa (15/5) malam di Hotel Aston Tanjungpinang. Debat publik ini dihadiri pasangan calon dari nomor urut satu, H Syahrul SPd-Rahma SIp beserta pasangan H Lis Darmansyah-dr Maya Suryanti beserta masing-masing pendukung.

Hadir juga lima panelis yang ditunjuk KPU Tanjungpinang yakni Ketua STAIN Abdurrahman Faizal, dosen Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Neng Suryaningsih, Kepala Free Trade Zone Tanjungpinang Den Yealta, Asesor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) wilayah Bintan Dr Febri Lestari dan pengusaha Rida K Liamsi.

Debat dipandu Paramitha Soemantri, presenter TV One. Pada debat sebelumnya dipandu rekannya Chacha Anisa. Ketua KPU Tanjungpinang, Robby Patria menuturkan, kesenjangan sosial di Indonesia sangat besar. Bahkan satu persen masyarakatnya menguasai 40 persen kekayaan di Indonesia. Sehingga kesenjangan itu sangat terasa dan menimbulkan berbagai persoalan yang kompleks yang perlu diselesaikan.

Untuk itu ia berpesan kepada siapapun Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang periode 2018-2022 terpilih mampu mensejahterakan masyarakat sesuai dengan tema debat putaran kedua yaitu Ekonomi Sosial, Pariwisata dan Lingkungan, khususnya Tanjungpinang.

Melalui tema debat kedua ini, masyarakat dapat memahami dan betul-betul bisa mencermati untuk menentukan sikap pilihannya. Di bidang ekonomi, ia berpesan wali kota terpilih mampu menghidupkan UMKM dan menarik investor ke Tanjungpinang.

Di bidang pariwisata mampu menggarap dengan baik ikon-ikon yang ada, menjadi andalan perekonomian masyarakat. Serta di bidang lingkungan bagaimana mengelola eks tambang bauksit menjadi hijau serta bila tambang dibuka lagi, memastikan ada perencanaan lingkungan yang baik.

Dituturkannya, KPU Tanjungpinang berencana melaksanakan debat publik putaran ketiga pada 19 atau 20 Juni mendatang.

Enam Segmen Debat
Debat dibagi menjadi enam sengmen, dimulai dengan penyampaian visi dan misi masing-masing Paslon terkait tema debat.

Dilanjutkan dengan sesi kedua, tiga dan empat dari masing-masing Paslon menjawab pertanyaan dari Panelis.

Segmen kelima yaitu masing-masing Paslon saling bertanya dan menanggapi. Di sesi terakhir, masing-masing Paslon kembali menjawab pertanyaan dari Panelis dan menanggapi serta dilanjutkan dengan kata-kata penutup.

Ini Visi Paslon
Untuk bidang sosial, pasangan nomor urut satu, Syahrul-Rahma bersama masyarakat (Sabar) memiliki visi bahwa pelayanan nantinya berbasis IT.

Selain itu, memberikan pembinaan dan bantuan kepada kegiatan keagamaan serta pembangunan Alquran Centre. Dalam bidang pariwisata yaitu melaksanakan kegiatan atau event-event dari berbagai suku yang ada di Tanjungpinang. Serta menggarap pontensi wisata yang ada.

Dalam bidang lingkungan, menata kawasan kumuh di Tanjungpinang menjadi daya tarik wisata yang lebih bersih dan baik. Visi dan misi yang disampaikan Paslon nomor urut dua, H Lis Darmasnyah-dr Maya Suryati (Lima) yaitu merangkum dalam sebuah tema, bahwa pariwisata sebagai lokomotif perekonomian Tanjungpinang yang berorientasi peningkatan hidup yang berazaskan kepada ekonomi dan lingkungan berdasarkan kearifan lokal. Kawasan perekonomian Tanjungpinang akan dibagi menjadi tiga, yaitu Kota Lama yang berada di kawasan Pasar sampai Batu 5, Kota Baru dari Batu 5- Batu 9 dan Masa Depan yaitu Kampung Bugis dan Senggarang.

Dengan pembagian ini, Lis yakin pembangunan lebih terfokus sesuai dengan kebutuhan masing-masing kawasan. Dilanjutkan sesi kedua, maisng-masing Paslon mengambil satu pertanyaan yang sudah disiapkan. Dimulai dari Paslon nomor satu dilanjutkan Paslon nomor dua.

Paslon Sabar mendapat pertanyaan dari panelis, strategi konkrit atau inovatif apa yang akan dilakukan untuk menjaga nilai-nilai Melayu atau lokal di kawasan anak muda, di tengah ketergantungan yang tinggi kepada digital yang memiliki sikap individualisme yang bersuara tanpa bertanggungjawab. Syahrul menuturkan, Tanjungpinang sebagai Kota Gurindam Negeri Pantun, ia meyakini masyarakat yang terdiri dari berbagai suku menjunjung tinggi nilai-nilai budaya seperti pepatah menyebutkan Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung.

Terkait penanaman budaya Melayu kepada pemuda, ia nanti berencana menerapkan pelajaran Gurindam 12 di semua tingkatan pelajar, ini merupakan inti karakter Melayu pada zaman dulu.

Begitu juga dengan pengetahuan terkait sejarah Pulau Penyengat. Ia berharap ini bukan hanya simbolis melainkan memberikan pengetahuan kepada seluruh lapisan.

Paslon Lima mendapat pertanyaan bagaimana mewujudkan Tanjungpinang kota yang maju, berbudaya, berkarakter dan berakhlak mulia yang dapat diimplementasikan melalui visi dan misi. Lis menuturkan, budaya adalah roh mempersatu bangsa. Sehingga harus memiliki beberapa landasan. Untuk dunia pendidikan, budaya akan dimasukkan dalam ekstrakurikuler sekolah.

Serta memperdayakan generasi muda yang mencintai budaya dengan memanfaatkan teknologi. Jika Lisma terpilih, berencana akan membangun Gedung Aisyah Sulaiman dan sekelilingnya kawasan pantas seni yang diyakini memberikan dampak bagi generasi muda melalui infrastruktur yang baik dan kokoh. Segmen kedua dimulai dari Paslon nomor urut dua yaitu Lisma untuk terlebih dahulu menjawab pertanyaan panelis, dilanjutkan dengan sanggahan atau pendapat dari paslon nomor urut satu, Sabar.

Bagaimana meningkatkan daya saing pertumbuhan ekonomi, Maya Suryanti, memaparkan yaitu membenahi beberapa kawasan wisata untuk menarik Wisatawan mancanegara (Wisman).

”Kita juga akan melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan jumlah para wisatawan berkunjung ke Tanjungpinang. Seperti kita akan buat destinasi wisata kunang-kunang di sekitar Kota Rebah, Sei Carang,” ungkap Maya.

Lebih jauh, sebelumnya, wisata kunang-kunang telah banyak dibuat di Indonesia dan terbukti banyak menyedot wisata lokal dan wisman. Salah satunya adalah Fireflies Tour di Ubud, di Kuta Bali, Nusa Dua dan Denpasar.

Lanjut Maya, melalui sektor pariwisata dikedepankan maka, tingkat perekonomian bagi masyarakat juga akan lebih maju. Ia juga menjelaskan sektoral pariwisata menjadi tulang punggung atau lokomotif perekonomian Kota Tanjungpinang.

Tentu, tambah Maya, Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan sektor pariwisata dalam rangka meningkatkan perekonomian, seperti di Kota Rebah dan Pulau Penyengat.

Dalam kesempatan debat tersebut, Syahrul memeberikan tanggapan pendapat yaitu, perlu membenahan infrastruktur dan transportasi. Banyak wisatawan mancanegara yang ingin berkunjung ke Pulau Penyengat, hanya saja masih banyak takut dengan kondisi transportasi yang ada.

Bila ia terpilih, ia ingin membuat suatu alat transportasi yang representatif. Bahkan menyediakan transportasi yang bisa membawa pengunjung ke Sungai Carang dan ke Penyengat. Terkait kerusakan lingkungan karena tambang bauksit, Pasangan Sabar akan memanfaatkannya. (dlp/dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here