Hasil Panen Tak Maksimal, Harga Sayur Naik 50 %

0
850
JUALAN : Rizak, salah satu pedagang sedang menunggu masyarakat yang membeli sayur dan kebutuhan pokok lainnya yang dijualnya di Pasar Bestari Bincen Tanjungpinang, kemarin.f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Semua komoditi sayur mayur mengalami kenaikan harga. Mulai dari kisaran Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu per kilo. Mulai dari sayur mayur jenis sawi manis, sawi minyak, sawi hijau, kacang panjang, peria, gambas, kangkung, bayam hingga timun.

Hal tersebut dikarenakan hasil panen para petani lokal maupun luar daerah tidak maksimal. Ini yang menyebabkan harga sayur di pasaran naik. Hal ini dikatakan salah satu pedagang Kota Lama, Rahman kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (1/12).

”Sudah seminggu terakhir harga sayur mayur naik,” katanya saat berbincang, kemarin.

Baca Juga :  Senin, Pengembang Diikutkan Rapat Tangani Banjir

Saat ini, lima komoditi sayur mayur seharga Rp 12 ribu per kilo. Yaitu sayur sawi hijau, peria, kacang panjang dan gambas serta timun. Sebelumnya, harga timun dan sayur gambas yang dijual hanya mencapai Rp 7 ribu per kilo.

Sedangkan harga sayur kacang panjang Rp 8 ribu per kilo, sayur peria Rp 9 ribu dan sawi hijau Rp 10 ribu per kilo. Kemudian, sayur kangkung sebelumnya hanya Rp 6 ribu menjadi Rp 8 ribu per kilo.

Sedangkan harga sayur bayam, sawi minyak dan sawi manis mengalami kenaikan Rp 4 ribu per kilo. Sebelumnya, harga sayur bayam hanya mencapai Rp 6 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilo.

Baca Juga :  Pelabuhan Pelantar II Rampung

Berbeda dengan harga sebelumnya sayur sawi manis dan sawi minyak mencapai Rp 10 ribu menjadi Rp 14 ribu per kilo. Meskipun harga naik, dia mengklaim, tidak mempengaruhi daya beli sayur mayur yang dijualnya saat ini.

Ia menuturkan, meski mengalami kenaikan jumlah penjualan tidak menurun. Sebab sayur merupakan kebutuhan masyarakat dan permintaan masih tinggi dari masyarakat. (endang)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here