Hasil RDP THL Lansia Batal Diberhentikan

0
159
Salah satu petugas kebersihan mengucap syukur tidak jadi diberhentikan. F-Desi/tanjungpinang Pos

TANJUNGPINANG – Kepala Dinas Perkim Kota Tanjungpinang, Amrialis menyatakan, para Tenaga Harian Lepas (THL) penyapu jalan lanjut usia tidak jadi diberhentikan atau kontraknya kembali diperpanjang.

Hal ini disampaikan di Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Tanjungpinang, Senin (4/3).

RDP dilaksanakan anggota DPRD Tanjungpinang memperjuangkan pembatalan pemberhentian 29 THL yang usianya sudah 60-77 tahun agar tetap dipekerjakan.

“Besok kita perpanjang kontrak kerjanya,” ujarnya.

Ia menuturkan, hal ini berdasarkan komunikasi dengan Walikota Tanjungpinang H Syahrul melalui sambungan seluler.

Dituturkannya, bagi delapan orang yang sudah mengusulkan anak atau keluarga menggantikan kerja tetap dijalankan.

Hadir dalam rapat 10 perwakilan penyapu jalan, Kepala Dinas Perkim Tanjungpinang, Amrialis beserta jajarannya. Rapat dipimpin Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu.

Hadir unsur pimpinan DPRD Tanjungpinang, Ade Angga dan Ahmad Dani. Selain itu, Ginta Asmara, M Arif, Hendri Delvi, Simon Awantoko. Reni, Mimi Betty serta Pepy Candra maupun Hendri Kurniawan.

Sebelumnya, RDP dilakukan cukup panjang. Ada masukan dari berbagai anggota DPRD.

Seperti dituturkan Maskur, kebijakan pemberhentian terkesan sepihak tanpa pertimbangan yang matang.

Menurutnya, jika diberhentikan maka nasib mereka memprihatinkan. Khususnya mereka yang sudah sebatang kara.

Dituturkannya, diantara mereka ada yang bekerja sudah 20 tahun lebih. Untuk itu, pemberhentian mereka harus dipertimbangkan kembali.

Hal senada disampaikan Ade Angga, pemberhentian dilakukan bila sudah ada solusi terbaik. Begitu juga dengan anggota DPRD lainnya.

Sebelumnya, pembahasan alot, anggota DPRD meminta keputusan itu dipertimbangkan kembali. Seperti sikap tegas ditunjukkan Ginta Asmara yang meminta Kadis Perkim segera menghubungi walikota terkait hasil rapat.

Bahkan menurutnya, keputusan pembatalan pemberhentian tidak perlu ke walikota. Cukup di Kadis Perkim yaitu Amrialis.

Dituturkannya, kebijakan memutuskan kerja para lansia bukan usul walikota melainkan dari Perkim.

”Secara aturan saya dukung Pak Amrialis tanya Pak Syahrul. Tetapi sebenarnya pembatalannya ini tak perlu ditanya karena mereka THL kantor dan kebijakan atau usulan itu dinas,” tuturnya.

Ia meminta Amrialis menghubungi H Syahrul melalui sambungan seluler terkait keputusan pembatalan pemberhentian ini.

”Kami beri waktu Pak Amrialis untuk telepon,” ucapnya yang
juga ditimpali Ahmad Dani menyerukan setuju.

”Kami pasti bertanggungjawab dengan usulan ini. Silahkan
bapak sampaikan ke walikota,” tutur Dani.

Sementara, RDP di skorsing beberapa menit. Menunggu hasil komunikasi Amrialis dan H Syahrul yang diupayakan melalui sambungan seluler.

Salah satu penyapu jalan, Saudah mengaku terkejut dengan kebijakan Dinas Perkim. Padahal ia sudah bekerja 24 tahun, sejak gaji masih Rp75 ribu per bulan sampai kini Rp1,3 juta per bulan.

Ia berharap melalui RDP ini, bisa membuatnya kembali bekerja.

”Saya masih kuat bekerja. Bahkan kalau kawasan saya gelap di subuh atau malam hari, saya pakai senter di kepala,” tuturnya sembari menyebutkan membeli pakai uang pribadi.

Ia menuturkan, bila menggantikan dengan keluarga atau kerabat tidak ada lagi. Sebab anak-anaknya sudah berkeluarga. ”Saya punya anak tapi sudah hidup masing-masing. Saya ingin bekerja,” ungkapnya lirih.

Terkait pembatalan pemutusan kontrak disyukurinya. Serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD yang hadir.

“Saya kira tidak ada yang memperdulikan kami, ternyata ada. Alhamdulillah,” tuturnya.

Hendri Kurniawan berpesan, setelah kembali bekerja tetap maksimal dan bekerja baik. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here