Hatanto Temui Menteri Minta Rusun Subsidi

0
343
Permukiman: Kepala BP Batam, Hatanto saat menemui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengajukan bantuan rusun subsidi untuk permukiman di Batam (kiri). Terbatasnya lahan membuat warga acap digusur yang membuat rakyat kecil histeris (kanan). f-istimewa/humas BP Batam

Batam – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Hatanto menemui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membicarakan mengenai program pemerintah pusat terkait dengan rencana pengembangan rumah susun, sebagai program sejuta rumah. BP Batam minta agar Batam masuk rencana program kerja tersebut.

Pada pertemuan yang berlangsung di kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta, Selasa (28/2) Hatanto didampingi Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya Robert M. Sianipar beserta para Direktur dari BP Batam. Mereka diterima Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beserta para Deputi Bina Marga.

”Saat ini, kondisi tanah di Batam sudah tidak memungkinkan untuk pengembangan rumah kaveling yang membutuhkan lahan banyak. Kami minta dibantu, agar di Batam dibangun rusun pengganti perumahan,” kata Hatanto.

Disampaikan Hatanto, pengembangan infrastruktur merupakan salah satu upaya BP Batam dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan investasi di wilayah Batam. Hal itu, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Batam maupun nasional.

”Pembangunan rusun akan berdampak lebih baik, sehingga penggunaan lahan dapat dimanfaatkan untuk fasilitas yang lebih penting, seperti fasum yang dapat dipergunakan oleh masyarakat,” ucap Hatanto.

Kata Hatanto, BP Batam sangat menginginkan program pemerintah pusat dalam membangun sejuta rumah itu diterapkan juga di Batam. Sehingga ketersediaan akan lahan di Batam dapat teratasi.

”Masyarakat yang tadinya butuh ribuan hektare untuk membangun rumah, sekarang lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk hal lainnya yang lebih baik,” sambungnya.

Menanggapi hal itu, Menteri PUPR RI Basuki mendukung rencana program kerja BP Batam agar ke depannya Batam akan lebih produktif.

”Kita mesti sama-sama memberikan kenyamanan pada calon investor yang akan berinvestasi di kawasan perdagangan bebas Batam,” bebernya.

Basuki juga menyinggung status Pulau Nipah. Dia menilai, BP Batam punya potensi mengembangkan Pulau Nipah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam.

”Pengelolaannya dapat diserahkan ke BP Batam sehingga dapat dikembangan untuk meningkatkan investasi di Batam,” harap Basuki.(Martua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here