Hati-hati, Polisi Akan Gelar Razia Selama 12 Hari

0
58
Kapolres Tanjungpinang dan Wawako meninjau pasukan, kemarin f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Untuk menghindari tilang kendaraan, sebaiknya sebelum berkendara, pastikan surat-surat selalu di bawa. Cek kembali Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), pastikan surat-surat itu di bawa dan dalam keadaan aktif.

Selain itu, harus mematuhi aturan lalu lintas. Mematuhi aturan lalu lintas, selain menghindari tilang juga membuat berkendara lebih lancar, tertib, aman, selamat, dan nyaman.

Sebab, Kepolisian Resor Tanjungpinang dalam dua pekan ke depan akan menggelar Operasi Zebra Seligi 2018. Operasi ini menyasar kepada pengendara dan pengguna jalan.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengatakan, razia kendaraan ini akan dilaksanakan merata selama dua minggu. Mulai 30 Oktober sampai 12 November mendatang.

”Operasi ini melibatkan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja,” katanya.

Kapolres menyebutkan, dilaksanakannya Operasi Zebra Seligi menjelang akhir tahun didasarkan kalender Kamtibmas yang memetakan peningkatan pelanggaran lalu lintas di setiap menjelang akhir tahun.

”Tren pelanggaran tahun 2018 ini mengalami penurunan dibanding 2017. Tapi ini harus tetap diantisipasi,” sebutnya.

Kapolres menuturkan, dalam rangka mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar dan mengurangi pengguna kendaraan khususnya sepeda moto dikalangan pelajar Polres Tanjungpinang bersama Dinas Perhubungan mengupayakan bus sekolah.

”Pengefektifan penggunaan bus sekolah. Pelanggaran oleh pelajar mendominasi tingkat pelanggaran lalu lintas di Tanjungpinang,” tuturnya.

Kapolres menegaskan, pihaknya gencar melakukan sosialisasi di sekolah melalui program goes to school. Pihaknya berharap pihak sekolah dan khususnya orang tua untuk dapat tegas melarang siswa dalam menggunakan kendaraan sepeda motor.

”Dibutuhkan ketegasan guru dan orang tua untuk melarang siswa menggunakan kendaraan bermotor, pelajar yang berusia dibawah 17 tahun, tidak memiliki SIM, dilarang mengendarai sepeda motor,” bebernya.

Lanjutnya, pelanggaran yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas diantaranya pengendara pengemudi di bawah umur, berkendara sambil menggunakan handphone dan berkendara melawan arus.

Berboncengan lebih dari dua orang pada saat mengendarai sepeda motor roda dua, tidak menggunakan helm SNI pada saat mengendarai sepeda motor roda dua.

”Berkendara dalam keadaan mabuk dan dipengaruhi minuman beralkohol dan berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan,” tuturnya.

Kapolres mengingatkan, mari tingkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berlalu lintas. Sayangi diri dan keluarga serta lingkungan sekitar kita agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

”Sehingga terwujud keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” pungkasnya.(ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here