Hengky Suryawan Panen Pesanan

0
1209
Hengky Suryawan

TANJUNGPINANG – Sejumlah kementerian dan TNI mengorder pembuatan kapal di Kepri. Baru-baru ini, TNI baru meresmikan kapal perangnya yang dibangun salah satu perusahaan shipyard di Batam.

Sesuai amanah Presiden RI Joko Widodo, kementerian/lembaga termasuk TNI agar mengorder pembuatan kapal ke shipyard-shipyard yang ada di Kepri dan shipyard lainnya di Indonesia.

Seperti disampaikan Presiden Jokowi sebelumnya saat blusukan ke Batam, bahwa di Indonesia sudah ada sekitar 250 galangan kapal dan 104 perusahaan diantaranya berlokasi di Batam, Kepri.

Saat ini, PT Pelayaran Nasional Bahtera Bestari Shipping milik Hengky Suryawan juga dapat orderan kapal dari Kementerian Perhubungan RI.

Perusahaan ini diminta membangun dua unit kapal perintis dengan panjang 58 meter dan lebar 12 meter. Selain itu, ada juga pesanan kapal dari kementerian lain sebanyak tiga unit untuk kapal ternak dengan panjang 70 meter dan lebar 13,6 meter.

Kabid Angkutan Pelayaran dan Penerbangan Dinas Perhubungan Provinsi Kepri, Tri Musa Yudha mengatakan, Kementerian Perhubungan sedang membangun kapal Sabuk Nusantara dan akan dioperasikan di Kepri.

”Rencananya, kapal itu akan ditenderkan ke swasta. Tahun depan akan dioperasikan di Kepri. Jadi, Kepri akan dapat kapal tambahan Sabuk Nusantara,” ujarnya via ponselnya.

Hanya saja, terkait rutenya belum bisa dijelaskannya lebih jauh. ”Rencana rute kemana saja sudah dibuat, tapi datanya di kantor,” ungkapnya lagi.

Selain membangun kapal milik pemerintah, PT Pelayaran Nasional Bahtera Bestari Shipping juga membangun kapal penumpang khusus untuk menyelam (diving).

Kapal ini asli buatan putra terbaik Kepri dan rencananya akan diresmikan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, hari ini, Selasa (21/2) di Telaga Punggur Batam.

Kapal diving yang kedua kalinya dibuat di Kepri ini, diberi nama Gaia Love. Sebelumnya, perusahaan ini telah meluncurkan kapal diving buatan pertama tahun 2015 lalu yang diberi nama Blue Manta Batam.

Kapal diving ini akan dioperasikan di tempat wisata Raja Ampat, Papua dan kawasan wisata Komodo di wilayah Timur.

Kapal ini dilengkap satelit internet dan fasilitas di dalamnya seperti hotel berbintang lima. Kapal ini akan membanggakan hampir 1: 1 kru untuk rasio penumpang, ruang kamera khusus, konektivitas satelit broadband dan gourmet makan dengan produk lokal, menjaga sejalan dengan misi itu konservasi dan keberlanjutan.

Panjang kapal ini 40 meter dan lebar 10 meter menggunakan mesin Yanmar 2X 829 HP, dengan jumlah kamar penumpang 15 kamar dan kamar untuk kru ada 4 kamar.

Kapal ini dikelola oleh PT DIVE GAIA INDONESIA, Batam, mampu membawa 42 penumpang.
Kapal ini juga dilengkapi peralatan diving. Kamar di dalam kapal ini juga dilengkapi televisi dan satu kamar satu toilet. Di dalam kamar ini juga dilengkapi ruang masak dan dilengkapi pramugara.

Hengky Suryawan mengatakan, kapal mewah ini menelan anggaran Rp 40 miliar bertaraf hotel berbintang 4. ”Kapal diving kedua yang kami buat, hasil karya putra terbaik Kepri,” kata Hengky kemarin.

Harry Tan, Direktur Operasi untuk Dive Gaia, berkesan baik dan mampu bermitra dengan PT Pelayaran Nasional Bahtera Bestari Shipping karena mampu membuat kapal diving sesuai dengan permintaan.

”Kami sangat gembira untuk menawarkan kapal kelas ini dan kemampuan untuk mengatasi pertumbuhan pasar perjalanan menyelam mewah di Singapura dan di seluruh dunia,” kata Harry Tan, Direktur Operasi untuk Dive Gaia. (mas/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here