HET Gas 3 Kg di Bintan Rp15 Ribu

0
31
Warga saat antre membeli gas subsidi di SPBU Batu 7. f-dok/tanjugnpinang pos

TANJUNGPINANG – Beberapa anggota DPRD Kota Tanjungpinang mengaku tak mengetahui kalau institusinya, DPRD Kota Tanjungpinang dan Pemko Tanjungpinang telah merestui kenaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji ukuran 3 kilogram (Kg) dari Rp15 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram.

Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul mengatakan mengaku merestui kenaikkan HET gas dan tinggal mereka menandatangani. Alasannya, karena DPRD Kota Tanjungpinang sebagai perwakilan rakyat, sudah setuju kalau HET gas naik.

Namun, Ketua Komisi Informasi DPRD Kota Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu mengatakan bahwa informasi rencana kenaikan tarif HET gas belum diinformasikan ke lembaga DPRD. ”Saya tidak tahu kalau Pak Wali jadi menaikan tarif HET. Ini akan merugikan masyarakat,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Menurutnya, wancana kenaikan itu tidak didukung dengan alasan yang jelas, bisa masyarakat marah. Misalnya adanya kenaikan tarif dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) ke distributor. Menurutnya, hingga kini Bintan masih mengacu kepada tarif yang lama dan tak ada penolakan dari para distributor di sana. ”Bintan masih aman dan komit dengan HET Rp 15 ribu itu,” tuturnya.

Terkait persoalan ini, ia pun tak banyak berkomentar hanya disarankan untuk tidak menaikkan tanpa ada alasan yang jelas. Begitu juga disampaikan Reni, anggota DPRD Tanjungpinang, bahwa wacana kenaikan tarif HET belum diterima secara resmi. ”Saya tidak tahu yah, belum ada informasi itu,” tuturnya. Sebelumnya, ada perwakilan dari Komisi II melakukan rapat dengan pengusaha migas. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here