Hewan di Mini Zoo Kijang Disita

0
158
Dua anak pengunjung mini zoo Kijang memberikan makanan ke hewan rusa. f-abas/tanjungpinang pos

Kadis DPKP Provinsi Kecewa

TANJUNGPINANG – Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Peternakan Provinsi Kepri (DPKP), Ahmad Izhar, sangat kecewa kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kota Batam dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan. Sebab, hewan yang ada di mini zoo tersebut diambil oleh BKSDA Batam. Bahkan hewan tersebut justru dipindahkan ke Lagoi, Bintan.

Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kota Batam, memindahkan seluruh penghuni mini zoo, tinggal kelinci secara bertahap hanya alasan mini zoo tidak memiliki izin.

”Saya sangat kecewa berat kepada Pemkab Bintan dan BKSDA. Kenapa Pemkab Bintan tidak melakukan penangguhan, BKSDA dan Pemkab sama-sama orang pemerintahan, kalau hanya alasan tidak ada izin, bisa dibuat izinnya” kata Ahmad Izhar, kemarin.

Kata dia, hanya gara-garah izin, hewan yang ada di mini zoo Kijang di pindahkan ke Lagoi, kenapa Pemkab Bintan tidak mengurus izinnya. Selama ini, mini zoo sudah menjadi objek wisata Pulau Bintan. Sebagai tempat edukasi bagi pelajar yang ada di Bintan dan Tanjungpinang.

”Saya dapat informasi, justru hewan tersebut di pindahkan ke salah satu taman di Lagoi,” ujarnya.

Kata dia, kalau seluruh binatang yang ada di mini zoo, dipindahkan ke Lagoi, masyarakat untuk mengunjungi atau berwisata tempat wisata kebun binatang di Lagoi, tentu dibayar.

”Mestinya Pemkab Bintan membuat kebijakan agar hewan yang ada di mini zoo Kijang jangan di pindah. Kalau soal alasan izin tidak masuk akal, pemerintah sesama pemerintah, saya rasa untuk mengurus izinnya tidak sulit dan tidak mahal,” bebernya.

Ia juga mempertanyakan, kenapa baru sekarang BKSDA, mengambil hewan yang ada di mini zoo tersebut. Kenapa dari dulu-dulu tidak diambil atau ditertibkan. Ia juga membeberkan, waktu dia menjadi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, bagaimana Pemkab Bintan berusaha membangun mini zoo di kawasan kijang. Lahan yang digunakan adalah lahan milik PT Antam. Dan, sudah mendapatkan izin dari PT Antam. Kemudian, sebagian hewan yang ada di mini zoo, ada hibah dari BKSDA Batam.

Ada juga hibah dari tokoh masyarakat. Termasuk burung kakak tua yang dipindahkan, kemarin oleh BKSDA hibah dari Eddy Wijaya.

”Mini zoon Kijang dibangun dengan anggaran paling kecil seluruh mini zoo di Indonesia, hanya Rp380 juta saat itu dan diresmikan oleh Gubernur Kepri, saat itu HM Sani (almarhum),” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Wilayah Dua Balai Besar Riau, BKSDA Batam, Decky Hendra Prasetya mengatakan penyitaan satwa dilindungi itu akan dilakukan secara bertahap mulai 18 September 2018.

Dia menegaskan, selama beroperasi sejak 2011 lalu, Mini Zoo Kijang yang dikelola Pemkab Bintan di Kijang belum mengantongi perizinan dari lembaga konservasi.

”Jadi hewan-hewan yang ada di sini untuk sementara waktu akan kami angkut. Mulai besok pengangkutannya,” ujar Decky di Mini Zoo Kijang.

Penempatan satwa dilindungi di Mini Zoo ini dinilai telah melanggar beberapa aturan. Mulai dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (SDAE) juncto Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang Perlindungan Satwa Liar dan Tumbuhan juncto PP Nomor 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar.

Kemudian, Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 31 Tahun 2012 Tentang Lembaga Konservasi. Di sini diatur persyaratan teknisnya bahwa dalam nomenklatur lembaga konservasi itu tidak ada nama mini zoo dalam penempatan satwa dilindungi.

”Kalau mau menghadirkan satwa liar harus mematuhi aturan terkait perlindungan satwa liar dan lainnya,” ujarnya. (bas/net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here