Hilangkan Kecanduan Gadget dengan Belajar Angklung

0
143
Dari kanan, Ahmad Yani (kanan) didampingi Sekretaris, Linda dan Kabid Perlindungan Anak, Elvi Arianti membuka pagelaran permainan anak tradisional bersama Forum Anak Kota Tanjungpinang, Sabtu kemarin. f-istimewa
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3A) Kota Tanjungpinang telah meng-launching pagelaran permainan tradisional anak di Laman Boenda Tepilaut Tanjungpinang, Sabtu (16/3).

TANJUNGPINANG – Tempat permainan tradisional lainnya tersedia di Lapangan Pamedan Ahmad Yani dan Taman Batu10 berada di Komplek Bintancentre (Bincen) Tanjungpinang.

Jadi anak-anak bisa bermain permaian tradisional hanya setiap Sabtu saja. Saat launching di Taman Boenda Tepilaut, Sabtu kemarin, terlihat para orang tua tampak serius mendampingi anak bahkan turut terlibat bermain. Anak-anak juga bersosilisasi dengan lingkungannya.

Karena permainan tradisional sifatnya melibatkan kelompok bermain lebih dari satu orang. Masyarakat tanpak cukup antusias mengajak anak mereka bermain bersama Forum Anak di Laman Boenda.

Kepala DP3A Kota Tanjungpinang Ahmad Yani mengatakan, DP3A Kota Tanjungpinang memperkenalkan permainan tradisional kepada anak, seperti congkak, yeyen, yoyo, gasing, angklung, egrang, bahan-bahan anyaman daun kelapa dan lain-lain.

Menurutnya, dengan cara memperkenalkan sampai memainkan permainan tradisional, salah satu untuk mengurangi anak dari ketergantungan atau kecanduan gadget.

Karena menurut Ahmad Yanpermainan tradisional tersebut bisa memupuk anak-anak untuk berinteraksi sesama mereka. Karena mereka berkumpul, berteman dan bermain bersama-sama. Sehingga mereka benar-benar hidup bersosial dalam dunia anak.

Berbeda kalau dengan gadget, lanjut dia, anak tidak bisa berinteraksi dengan sesamanya sebaya. Pasalnya, anak tersebut fokus dengan gadget miliknya.

Artinya, anak tersebut duduk sendiri sambil memainkan gadget yang dimilikinya. Di zaman seperti ini, anak suka duduk sendiri sambil bermain game online di gadget miliknya. Baik itu main game online di rumah maupun warung kopi yang disediakan fasilitas Wifi.

”Mulai dari sekarang, kita berharap anak-anak ini mengenal dan menghidupkan kembali permainan tradisional ini. Karena anak millenial sudah tak bertemu dengan permainan tradisional. Semoga ini, bisa mengurangi dan mencegah anak dari dampak buruk gadget,” harap dia.

Sementara itu, Elvi Arianti Kabid Perlindungan Anak DP3A Kota Tanjungpinang mengatakan, ada tiga titik tempat dilaksanakannya kegiatan bermain permainan tradisional, yakni Laman Boenda berada di Tepilaut, Lapangan Pamedan Ahmad Yani dan Taman Batu10 berada di Komplek Bintancentre (Bincen) Tanjungpinang.

”Seminggu sekali kita laksanakan. Tapi. Hanya hari Sabtu saja,” ucap Elvi Arianti.

Menurutnya, anak millenial perlu mengenal kembali permainan tradisional. Pasalnya, sekarang sudah zaman gadget.

Diharapkan, kegiatan itu dapat terus dilaksanakan. Agar anak benar-benar mengenal sampai bisa memainkan permainan tradisional.

“Jangan hanya mengenal permainan game online saja. Kita menghimbau kepada para orang tua untuk membawa anaknya setiap hari sabtu memperkenalkan permainan tradisional,” harapnya. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here