HIPMI Dorong Anak Muda Berwirausaha

0
406
WISUDA: Ade Angga menghadiri acara wisuda mahasiswa UMRAH. Lulusan sarjana ini diharapkan dapat membuka peluang usaha sekaligus mengurangi angka pengangguran.

Tanjungpinang – Anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tanjungpinang, Fatur menuturkan, cara berpikir anak muda di Tanjungpinang belum banyak yang ingin menjadi pengusaha. Mulai dari lulusan SMA maupun sarjana.

Kebanyakan masih ingin menjadi karyawan swasta atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menurutnya, cara berpikir atau mindset seperti ini yang harus di ubah. Anak muda harus mau menjadi penggerak perekonomian dengan menjalankan usaha.

Dengan berwirausaha, minimal membuka peluang untuk memberikan pekerjaan kepada orang lain. Kadang, memulai usaha tidak harus dimulai besar, kecil-kecil pun dengan berdagang tidak masalah. Asalkan ada keinginan untuk mencoba dan memiliki cara berpikir bagaimana mengembangkan usaha.

”Ada banyak para pedagang yang di mulai dengan gerobak-gerobak tapi banyak menghasilkan pundi-pundi keuangan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Hal serupa juga dikatakan Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga yang merasa salut dengan orang yang mempunyai keinginan untuk memulai usaha. Bahkan menurutnya, tidak bisa memandang rendah para pedagang kecil-kecil, karena hasilnya bisa menakjubkan.

”Saya punya teman di Batam yang awalnya memiliki satu gerobak jualan, tetapi sekarang sudah banyak. Bahkan sekarang sudah mempekerjakan banyak orang. Untungnya sudah miliaran, saya salut,” ungkapnya.

Fatur menuturkan, banyak anak muda yang tidak mau mencoba memulai usaha karena merasa tidak memiliki modal. Padahal, untuk menjadi pengusaha, modal bukan urutan pertama yang terpenting bisa membaca peluang dan mau mencoba dari hal-hal kecil.

”Kalau mau bicara modal, saya datang ke Tanjungpinang 2005 tanpa modal. Cuman membawa baju dan diri, lalu bekerja di tempat cucian mobil sambil merambah menjadi marketing-marketing hingga memiliki banyak relasi dan kini membuka usaha bidang penjualan tanah,” ungkapnya.

Modal tentu saja dibutuhkan tetapi bukan hal utama.Terpenting itu keinginan untuk mencoba. Jika ada modal, tetapi tak ada keinginan memulai juga tidak akan berhasil.

”Terpenting mau memulai,” ungkapnya.

HIPMI juga berencana akan memberikan motivasi-motivasi ke mahasiswa nantinya. Dalam upaya memberikan dukungan, bahwa setiap orang bisa berusaha. Asalkan ada keinginan dan siap untuk memulai.(desi liza purba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here