Hitung Kursi Pileg Pakai Sistem Sainte Lague

0
288
GEDUNG perkantoran tiga puluh anggota DPRD Kota Tanjungpinang periode 2014-2019 di Senggarang. F-ISTIMEWA

TANJUNGPINANG – Ada yang berbeda dengan perhitungan kursi hasil Pemilihan Umum (Pemilu) Anggota DPR RI dan DPRD periode ini, yaitu akan menerapkan metode sainte lague. Dari yang sebelumnya menggunakan Bilangan Pembagi Pemilihan (BPP).

Rencananya Pemilu legislatif akan dilaksanakan 17 April mendatang disetiap kabupaten-kota, provinsi di Indonesia secara serentak. Para Caleg sudah dapat mendaftar 4 Juli mendatang di kantor KPU.

Ketua KPU Kota Tanjungpinang, Aswin Nasition menuturkan, dengan menggunakan metode itu, maka suara tertinggi nantinya secara otomatis mendapatkan satu kursi. Tapi perhitungannya tetap dari setiap Daerah Pemilihan (Dapil) bukan total suara partai se Kota Tanjungpinang.

Setelah suara tertinggi mendapatkan satu kursi, maka perolehan suara masing-masing partai di bagi tiga. Suara tertinggi berikutnya akan mendapat kursi. Dilanjutkan dengan total suara kembali di bagi lima dan tujuh.

Dituturkannya caleg yang nantinya duduk, atau terpilih tidak melihat nomor urut partai, melainkan perolehan suara tertinggi atau di rangking. ”Suara tertinggi dari setiap partai yang nantinya duduk menjadi anggota DPRD Tanjungpinang. Tidak melihat nomor urut pemilihan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Senin (2/7) siang.

Saat disinggung sistem ini menguntungkan partai-partai besar, Ketua DPC Golkar Tanjungpinang, Ade Angga beranggapan tidak mesti. Sistem ini, menurutnya sebagai pembuktian dukungan atau kepercayaan masyarakat suatu daerah terhadap Caleg yang diusung setiap Parpol.

Dicontohkannya, PKB di Jawa, meski bukan partai besar, namun dukungannya sangat mendalam atau loyal. Ditanya terkait target perolehan kursi di DPRD Tanjungpinang periode 2019-2024, Ade Angga menargetkan enam, naik dari yang sekarang empat. (DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here