HNSI Desak Pemerintah Bikin Kebijakan Khusus

0
698
MENJARING: Nelayan tradisional Bintan menjaring ikan bilis dengan armada kapal kayu, di tengah laut perairan Bintan, baru-baru ini. F-yendi /TANJUNGPINANG POS

Permudah Impor Barang dan Ekspor Ikan

BINTAN – HIMPUNAN Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bintan mendesak pemerintah provinsi dan kabupaten, agar membikin kebijakan khusus, untuk mempermudah impor barang dan ekspor ikan. Sehingga, ekonomi nelayan bisa membaik kembali. Ketua HNSI Bintan Baini menyampaikan, tidak hanya nelayan tangkapan bilis yang memerlukan garam, untuk memproses pengeringan hasil tangkapannya.

HNSI Bintan dan beberapa pabrik produksi es untuk nelayan, juga memerlukan garam. ”Memang benar, sejak ada larangan atau perketat impor, susah mendapatkan garam. Kalau pun, harganya sangat mahal. Lebih dari dua kali lipat, dari harga lama. Kami pun yang memproduksi es untuk nelayan, juga membeli garam dengan harga mahal,” kata Baini, Jumat (8/9) kemarin.

Baca Juga :  Pemkab Gandeng PT ICON+

Ketersediaan garam terbatas dan harga mahal itu, tegas Baini, akibat garam impor tidak ada lagi. Ini perlu solusi, agar kehidupan nelayan tidak sulit lagi. Mengenai keluhan eskpor ikan nelayan ke luar negeri, HNSI belum menerima laporan secara resmi. Namun akibat larangan impor itu, bisa saja ekspor ikan terkendala. Karena, ekspor ikan tangkapan nelayan itu, dibawa oleh pengusaha setelah ada izinnya. ”Kalau ekspor ikan itu, ada yang dikirim dalam bentuk ikan hidup. Ada pula yang berupa ikan mati, tapi diawetkan dalam peti es agar kondisinya segar. Kalau ikan busuk akibat lambat diekspor, memang harganya akan anjlok,” jelas Baini.

Baca Juga :  Bolos, ASN Diberi Sanksi

Untuk itu, lanjut Baini, HNSI Bintan akan mengecek ke pengusaha yang biasa mengekspor ikan hasil tangkapan nelayan, dalam beberapa hari ke depan. Dari hasil pengecekan nanti, HNSI Bintan akan menyurati pemerintah. Baik kepada Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, maupun Bupati Bintan H Apri Sujadi. ”Masalah diperketatnya impor garam dan ekspor yang dihadapi nelayan ini, harus ada solusi dari pemerintah. Kami akan desak pemerintah agar membikin kebijakan khusus, bagi impor barang dan ekspor ikan di Kepri ini. Kita ini kan daerah kepulauan dan perbatasan. Impor dan ekspor itu tak bisa dihindari,” jelas Baini.

Baca Juga :  Ahli Tiongkok Bikin Tambak Canggih di Bintan

Sebelumnya, nelayan Bintan mengeluh karena harag garam ukuran karung 50 kilogram dibeli seharga Rp 116 ribu. Sejak diperketat impor, harga garam ukuran karung 40 kilogram, malah mencapai Rp 233 ribu. (YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here