HNSI Tangkap Kapal Pukat Mayang

0
60
NELAYAN lokal Anambas ketika di atas kapal pukat mayang KM Duta Jaya yang ditangkap mencari ikan di bawah 2 mil. F-ISTIMEWA

Nelayan Anambas membuktikan keberadaan kapal pukat mayang benar adanya, dan nelayan berhasil memergoki kapal pukat tengah mencari ikan di perairan Anambas di bawah 12 mil.

ANAMBAS – Ketahuan mencari ikan menyalahi aturan, lalu nelayan lokal menangkap kapal pukat pukat mayang KM Duta Jaya, Minggu (12/4) dini hari. Setelah itu, diperoleh keterangan bahwa kapal tersebut berasal dari Tanjungbalai Asahan Sumatera Utara.

Kapal tersebut sedang mencari ikan satu mil di sekitar Pulau Tokong Nanas, di Kecamatan Palmatak yang merupakan salah satu pulau terluar di Kabupaten Kepulauan Anambas. ”Ini membuktikan jika kapal pukat mayang benar-benar ada, dan benar-benar melakukan penangkapan ikan yang sudah melanggar aturan. Seharusnya, mereka menangkap ikan di zona 12 mil ke atas,” ungkap Dedi Syahputra, Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kepulauan Anambas, kemarin.

Dirinya menjelaskan, persiapan penangkapan sudah dilakukan sejak Sabtu (21/4) malam. Kemudian, lanjut Dedi, dengan bantuan kapal inkamina HNSI melakukan pengintaian terhadap gerak gerik kapal sebelum melakukan penangkapan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Kini kapal beserta 24 Anak Buah Kapal (ABK), diamankan di pelabuhan nelayan di Tarempa.

”Kita mengamankan 1 kapten kapal, 1 KKM dan 5 ABK, mereka kita angkut dengan kapal Inkamina. Sementara itu, ABK lainnya ke Tarempa dengan kapal pukat mayang,” ungkapnya lagi.

Kasus ini, kata Dedi, akan diproses secara hukum sesuai aturan yang ada. Dalam waktu dekat in, akan diserahkan kepada penyidik dari Satgas Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang ada di Antang desa Tarempa Timur kecamatan Siantan. ”Penyidiknya masih di Batam, kita akan serahkan setelah penyidiknya kembali ke Tarempa,” ujarnya.

Penangkapan ini juga sudah diketahui oleh pemerintah daerah. Dalam penangkapan ini HNSI dibantu oleh Satpol PP. ”Pemerintah Daerah sudah tahu masalah ini, kita juga minta pengamanan dari Satpol PP ketika menangkap kapal,” jelasnya. Menurutnya, jika mereka mencari ikan di Tokong Nanas itu sangat tidak benar.

Karena selain melanggar perizinan wilayah tangkap, wilayah tersebut juga menjadi tempat penakaran penyu. Ia mengkhawatirkan dapat berdampak buruk bagi perkembangbiakan penyu di daerah itu. Keberadaan kapal pukat dapat menyebabkan minimnya hasil nelayan lokal. (INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here