Hoax di Kepri Bikin Khawatir Kapolda

0
479
Pejabat polda: Kapolda didampingi sejumlah pejabat utama di Polda Kepri saat membeberkan dampak dan sanksi Hoax pada Rabu (22/2). f-istimewa

Batam – Hoax yang saat ini berkembang melalui media sosial sudah menghawatirkan. Semua pihak mesti berperan melawan hoax atau berita bohong. Berita hoax dapat menyulut permusuhan, provokasi dan propaganda.

Peringatan itu disampaikan Kapolda Kepri, Sam Budigusdian, Rabu (22/2) di Batam. Kata Kapolda, cara orang menyebarkan informasi hoax dengan provokasi untuk menyulut permusuhan, kemudian dengan agitasi atau menyebarkan informasi untuk memprovokasi serta melakukan propaganda.

”Hoax ini muncul untuk membentuk persepsi atau manipulasi pikiran masyarakat. Dampaknya sangat dahsyat. Ini harus dilawan. Kalau negara lain, ponsel itu digunakan untuk hal yang produktif. Di kita, saat ini masih lebih banyak menggunakan untuk gosip dan bergurau,” katanya.

Dijelaskan Sam, Tim Riset UNODC, Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Bareskrim Polri menjelaskan jika berita hoax 60 persen dari media. 30 persen berita hoax menyebar untuk menyerang atau menyudutkan pemerintah. Media yang digunakan di antaranya radio sebesar 5 persen, media cetak 5 persen, televisi 5 persen, dan situs web 3 persen.

”Paling bayak melalui chatting di media sosial, hingga 60 persen menyebarkan hoax,” sambungnya.

Diingatkan mempengaruhi pikiran melalui media internet cukup singkat dan biaya murah. Sehingga ancamannnya bisa mengganggu keutuhan bangsa. Berita bohong yang sengaja disebar, berita yang menghasut, berita tidak akurat, berita ramalan dan lainnya.

”Kami juga akan tegas terhadap kejahatan lewat hoax ini. Kita pantau, ada pemberitaan yang tidak benar, isu rush money, permusuhan kepada pihak tertentu, penyebaran paham radikalisme, propagandanya. Kita harus waspada,” imbaunya.(Martua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here