Hongkong Buru Ikan Napoleon Natuna-Anambas

0
897
IKAN Napoleon yang banyak hidup di perairan Natuna dan Anambas disukai warga Hongkong dan Cina sehingga permintaan tinggi.

NATUNA – Ikan langka di dunia, Napoleon banyak ditemukan di Anambas dan Natuna. Ikan ini turut mengangkat nama Natuna-Anambas ke dunia internasional lantaran di perairan inilah ikan mahal tersebut berkembang.

Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra mengatakan, di daerah lain masih ada napoleon, namun tidak sepesat perkembangan di Natuna-Anambas. ”Ini salah satu kelebihan daerah kita. Mudah-mudahan bisa mengangkat nama daerah kita ini,” ujar Wan Zuhendra, Kamis (7/2).

Ia mengatakan, saat ini nelayan budidata napoleon bernafas lega lantaran aturan yang membatasi ekspor ikan napoleon sudah dicabut. Nelayan pun makin semangat untuk membudidayakannya.

Memang, kata dia, saat ini belum ada budidaya pembibitan napoleon ini di Anambas. Namun, melihat kebutuhan napoleon makin tinggi, maka arahnya harus menyediakan pembibitan ikan ini.

Ketua Komisi II bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kepri, Hotman Hutapea menceritakan, dirinya saat liburan ke Hongkong dan singgah ke salah satu restoran Seafood, sempat mencicipi ikan Napoleon (Cheilinus undulatus). Ikan ini satu-satunya hanya ada di laut Natuna-Anambas Provinsi Kepri.

Menurut cerita, politikus Partai Demokrat Kepri tersebut, ikan Napoleon yang dirinya cicipi tersebut di jual per ekor Rp 1 jutaan. Walaupun menurut Hotman, kualitas rasa ikan tersebut sudah tidak seperti aslinya.

Namun di negeri yang dijuluki macan ekonomi Asia tersebut, ikan hasil budidaya nelayan Kepri tersebut tetap menjadi primadona dan diburu pengunjung dari berbagainegara yang datang ke Hongkong.

”Saya pikir sekarang harga ikan ini di sana, sudah di atas sejutaan. Mahal di sana, maka banggalah kita sebagai orang Kepri,” ujar Hotman kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (7/2) kemarin.

Tak hanya Hotman, Wakil Bupati Natuna Hj. Ngesti Yuni Suprapti menceritakan, atas dibukanya keran ekspor ikan ke luar negeri oleh Pemerintah Pusat, dirinya merasa apa yang selama ini ditunggu nelayan Natuna dikabulkan.

Menurut dirinya, masyarakat yang melakukan budidaya ikan Napoleon di Natuna sangat menanti aturan ekspor ikan ke luar negeri. Karena selama dengan begitu, dapat menopang serta meningkatkan kesejahteraan prekonomian masyarakat.

Sebagai pejabat nomor dua di Natuna, Ngesti mengaku bangga terhadap daerah yang terletak di wilayah hinterland Kepri ini. Satu-satunya daerah penghasil ikan Napoleon ini merupakan kebanggaan bersama.

Sebagai informasi, selama ini usaha Pemkab Natuna ke pemerintah pusat melalui KKP telah membuahkan hasil yakni dimulainya kembali ekspor ikan Napoleon yang sempat terhenti karena beberapa aturan.

”Kami atas nama Pemkab Natuna dan masyarakat nelayan budidaya ikan Napoleon, merasa bersyukur kepada pemerintah pusat khususnya KKP, yang telah memberikan izin ekspor sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan dibukanya ekspor ini maka khususunya nelayan budidaya ikan Napoleon dapat meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat yang selama ini sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat,” terang wanita yang juga politikus Golkar tersebut.

”Sekali lagi, kami atas nama Pemkab Natuna dan masyarakat nelayan budidaya ikan Napoleon mengucapkan terimakasih kepada pemerintah,” timpalnya.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pusat sebelumnya, untuk kali pertama, sebanyak 1.000 ekor ikan napoleon asal Natuna diekspor ke Hongkong melalui jalur laut. Ekspor perdana yang digelar awal Februari 2018 itu menandai dibukanya keran ekspor ikan napoleon dari Kabupaten Natuna dan Anambas.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto mengatakan, dibukanya keran ekspor itu sangat menguntungkan bagi negara, khususnya bagi nelayan lokal.

”Dibukanya ekspor Napoleon lewat jalur laut, dari sisi ekonomi tentunya akan bisa meningkatkan devisa,” ujar Slamet melalui siaran persnya.

Sebelumnya, ekspor ikan ini hanya lewat udara ke luar negeri, namun aktivitasnya tidak efektif. Sehingga pada awal Februari lalu KKP resmi membuka keran ekspor ikan tersebut, lewat laut. Hal ini tentu memberikan dampak ekonomi yang sangat positif bagi pertumbuhan ekonomi Kepri ke depan. (mas/ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here