Hotel Berlimpah, Destinasi Wisata Minim

0
915
Tinjau jalan raya: Wali Kota Batam HM Rudi dan Wakilnya, Amsakar Achmad saat memantau pelebaran jalan di nagoya beberapa waktu lalu.f-istimewa/humas pemko batam

BATAM – Ketua Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA), Andika Lim mengatakan, hunian seperti hotel di Batam dinilai sudah cukup di Batam. Hanya sekarang, yang perlu ditingkatkan, destinasi wisata.

Destinasi wisata di Batam dinilai masih minim padahal pembangunan hotel cukup drastis. Selain minim, diminta destinasi di batam dibuat yang tidak ada di Singapura. Imbauan itu disampaikan Andika Lim, Jumat (12/5) di Batam.

”Kami berharap, baik Pemko-BP Batam, fokus membangun destinasi wisata. Kalau hotel sudah banyak. Yang penting, investasi untuk destinasi. Destinasi wisata di Batam masih minim,” katanya.

Diingatkan, untuk bisa mendatangkan wisman ke Batam, destinasi harus memadai. Pemerintah diminta untuk selanjutnya, lebih baik fokus dengan pembangunan destinasi wisata. Destinasi di Batam yang harus dibangun.

Baca Juga :  ATB Mulai Jalankan Aturan New Normal

”Tapi ketika membangun destinasi wisata, harus selektif,” harap Andika.

Pemerintah saat membangun destinasi wisata, tidak sama dengan destinasi yang sudah ada di Singapura. Destinasi wisata di Kepri diminta yang berbeda, sehingga memiliki daya tarik tersendiri dan mendorong kehadiran wisatawan dari Singapura.

”Apa yang tidak ada, tidak bisa dan tidak mau dibangun di Singapura, itu yang kita harap dibangun di Batam. Misalnya, kalau bangun, dengan mamanfaatkan tempat yang bangun memiliki wisata alam. Itu mendorong wisatawan datang. Bukan menjual ruangan (hotel),” harapnya.

Baca Juga :  239 Nelayan Vietnam Dideportasi dari Batam

Saat ini diakui ada perkembangan potensi wisata ke Batam dan Kepri. Dimana, dengan dibukanya penerbangan Batam-Korsel, diharapkan dapat meningkatkan wisman. Sehingga tidak hanya wisman yang ke Singapura, kemudian berkunjung ke Batam.

”Sekarang ada penerbangan Korea ke Batam, Vietnam ke Batam, India ke Batam. Itu meningkatkan hunian hoteldi hari biasa,” bebernya.

Selama ini, hanya Sabtu dan Minggu tingkat hunian di Batam yang padat. Namun pada hari-hari biasa, banyak yang kosong. Kondisi ini terjadi, karena wisman Singapura, populer datang pada akhir pekan saja. Dengan penerbangan langsung dari negara asal tanpa melalui Singapura, mendorong tingkat hunian hotel meningkat hari biasa.

Baca Juga :  Blanko KTP Tinggal Dijemput ke Kemendagri

”Itu yang ditunggu pelaku usaha kepariwisatan. Jadi bukan yang datang hari Sabtu,” imbuhnya.

Sementara, Asisten Deputi Pengembang Sekmen Pasar Bisnis dan Pemerintah, Kementerian Parawisata RI, Tazbir mengharapkan, ada peningkatan investasi di bidang parawisata. Diharapkan, hal itu mendorong peningkatan wisman ke Batam.

”Kita harap Batam bisa jadi penyumbang utama kunjungan wisman di Indonesia. Pengembangan investasi pariwisata mesti meningkat,” harapnya.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here