How To Be Happy?

0
285
Desy Hadinda Putri

Oleh: Desy Hadinda Putri
Mahasiswa Tadris Bahasa Inggris, STAI MU Tanjungpinang

Dalam hidup kita selalu dihadapkan dengan rasa Senang dan sedih. Kalau banyak orag menyebut kebahagiaannya itu adalah semu, berarti kesedihan juga semu. Tidak ada yang kekal dalam kehidupan ini. Yang Abadi dan hakiki itu akhirat.

Dalam Alquran disebutkan: “Wahai manusia, Kami akan menguji kalian dengan kesempitan dan kenikmatan, untuk menguji iman kalian. Dan hanya kepada Kamilah kalian akan kembali” (QS. Al-Anbiya: 35).

Sebenarnya cara bahagia itu sangat sederhana. Tapi masih banyak yang belum bisa menerapkannya.Bahagia itu bergantung dari diri kita sendiri. Tinggal bagaimana cara kita menanggapi suatu hal atau bagaimana seharusnya kita bertindak dalam keseharian kita. Ada beberapa resep agar hidup bahagia versi. Yang paling utama itu mesti selalu berpikir positif. Segala sesuatu akan terasa lebih baik jika kita selalu berpikir positif, karena dengan berpikir positif juga membuat hidup kita seperti tidak ada beban. Setidaknya beban terasa sedikit lebih ringan. Bayangkan saja jika kita terus menerus berpikir negatif terhadap segala sesuatu, tentu hidup terasa seperti penuh dengan beban. Maka, berpikir positiflah mulai dari sekarang, terutama dengan Allah. Berpikir positif terhadap Allah adalah hal salah satu hal yang terpenting dalam hidup.

Yang kedua, jangan pernah membandingkan diri dengan orang lain. Kita tidak perlu memikirkan hal yang seharusnya tidak perlu kita pikirkan. Kita harus mensyukuri apa yang kita miliki dan rezeki itu sudah ada yang mengatur. Yang terpenting teruslah berusaha karena hasil tak akan mendustai upaya yang sudah kita lakukan. Hindari berfikir negatis seperti “Mengapa dia lebih sukses daripada saya? Mengapa dia lebih ganteng atau cantik, Kenapa saya tidak bisa seperti mereka, atau Kenapa dia sudah menikah sedangkan saya belum. Ingat, rezeki setiap orang itu berbeda-beda. Jodoh, maut rezeki sudah ada yang atur dan Allah selalu memberikannya di waktu yang tepat. Jika kita belum mendapatkannya mungkin menurut Allah kita belum pantas untuk menerima, mungkin pula kita harus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Untuk bahagia juga diperlukan hati yang penyabar. Sabar adalah salah satu kunci agar hidup bahagia. Dengan kesabaran, tidak membuat derajat kita rendah di mata Allah.

Misalnya, sabar ketika banyak tugas, sabar ketika banyak hutang, sabar ketika dijauhi oleh teman, sabar ketika kita dikelilingi dengan berbagai macam masalah. Sabar memang tidak mudah, tapi sabar adalah kunci dari segala masalah. Sabar juga bisa dilakukan bersamaan dengan mendekatkan diri kepada Allah.

Selain mesti bersyukur, bersabar dan tidak membanding-bandingkan untuk mewujudkan kebahagiaan kita juga tidak boleh berekspetasi yang terlalu tinggi. Semua orang punya harapan, namun harapan yang terlalu tinggi juga tidak baik dan cendrung menjadikan itu sebuah hayalan yang sulit untuk terwujud. Ibaratnya, kita hidup di dunia meski melakukan A, B, C dan D dan ingin kedepannya seperti yang sudah dibayangkan sebelumnya harus melaluitahapan. Kadang apa yang kita dapat juga tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kadang ini membuat kita kecewa, putus asa, dan lain-lain. Maka sebaiknya, kita tidak terlalu memikirkan hal hal yang terlalu tinggi, namun tetap beusaha semampu kita dan serahkan hasilnya kepada Allah SWT. Biarkan Allah yang menentukan seperti apa kita ke depannya, kita sebagai hambanya hanya perlu menjalani kehidupan saat ini.

Nah, dari hal hal tersebut, kunci kebahagiaan itu ada pada pola fikir kita masing-masing. Pikiran itu sumber dari segalanya. Jika pikiran kita positif, maka positif pula kita dalam menjalani kehidupan. Dengan berfikir positif juga akan membuat badan kita selalu sehat dan jauh dari penyakit. Ayo buang fikiran buruk dan mulailah untuk positif thinking dalam kehidupan sehari-hari agar kebahagiaan selalu menyertai kita. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here