Hujan Lebat, Kantor DPRD Tenggelam

0
350
PEGAWAI di Kantor DPRD Anambas saat membersihkan kayu lantai yang rusak karena banjir, kemarin. F-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

ANAMBAS – Ruang Rapat Paripurna kantor DPRD Kabupaten Anambas terendam banjir, Minggu (14/1) pukul 21.00 WIB. Lantai ruang paripurna yang terbuat dari kayu terkelupas karena terendam air yang tingginya hingga pinggang orang dewasa.

Ayub dari fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil II mengatakan, curah hujan yang terjadi pada malam kemarin cukup tinggi dan ditambah air pasang laut sehingga merendam Kota Tarempa.

Tanpa terkecuali, kantor DPRD yang terletak di Jalan Imam Bonjol tergenang air setinggi 1 meter lebih. ”Kami menyaksikan langsung air yang banjir menggenangi kantor DPRD, dan pemukiman warga di area sekitar. Kini para pegawai dewan sedang membersihkan gedung rakyat tersebut,” kata Ayub, Senin (15/1).

Menurutnya, air yang menggenangi ruang paripurna membuat terkejut para anggota DPRD lainnya. Sebab, belum pernah terjadi banjir separah ini. Ia juga menyampaikan, bahwa ini akibat faktor cuaca yang sangat tidak kondusif.

Ayub juga prihatin kepada seluruh korban banjir dan longsor, yang terjadi di sejumlah wilayah Anambas. ”Tentu kita sangat prihatin sekali terkait musibah ini dan diharapkan, warga Anambas dapat lebih waspada lagi,” terangnya.

Sementara, itu Firman Edi dari Fraksi Partai Bulan Bintang (PBB) menjelaskan, bahwa terkait moda transportasi angkutan laut saat ini mengalami kendala.

Kapal Pelni yang diharapkan untuk membawa sejumlah bantuan, tetapi gagal masuk ke pelabuhan Tarempa sesuai jadwalnya. Padahal, mereka ingin meninjau korban banjir dan longsor di Kecamatan Jemaja dan Jemaja Timur.

Ia mengaku, pihaknya bersama Pemda Anambas telah meminta bantuan kepada pihak perusahaan Migas untuk meminjam kapal tunda (Tugbout) milik perusahaan untuk menuju ke Kecamatan Jemaja.

Namun, hingga saat ini pihaknya masih menunggu jawaban dari perusahaan tersebut. Jika dibenarkan, dan keadaan cuaca membaik Tim dari kabupaten akan tiba di tempat bencana yakni Jemaja dan Jemaja Timur.

Pemkab juga telah membagikan tiga tim dalam penanganan bencana ini, sebagian di Kecamatan Siantan, Jemaja dan Jemaja Timur.

”Kita dari DPRD sangat prihatin terkait musibah ini dan hal ini kita tidak bisa menyalahkan pihak manapun dan musibah ini disebakan faktor alam dan keadaan cuaca tidak baik,” tukasnya. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here