HUT PGRI, Guru Minta Pebaikan Kesejahteraan

0
1020
AMBIL SIRIH: Ketua Umum PB PGRI Pusat Dr Unifah Rasyidi mengambil sekapur sirih dari penari di Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Kamis (23/11) kemarin. f-HUMAS KOMINFO BINTAN

BINTAN – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-72 PGRI disejalankan dengan Hari Guru Nasional (HGN) Provinsi Kepri dilaksanakan di Kantor Bupati Bintan yang dihadiri Ketua Umum PB PGRI Pusat Dr Unifah Rasyidi, Kamis (23/11) kemarin.

Kegiatan yang secara nasional diperingati setiap 25 November ini, dihadiri sekitar 1.500 anggota dan pengurus PGRI kabupaten-kota se-Provinsi Kepri. Di Kepri, ini merupakan tahun ke tiga, tempat pelaksanaannya bergiliran di setiap kabupaten-kota yang ada di Provinsi Kepri.

Diawali di Kota Batam, Tanjungpinang dan sekarang yang menjadi tuan rumah Kabupaten Bintan, terkait pelaksanaan HUT PGRI, tahun ini mengangkat tema ”Membangun pendidikan karakter melalui keteladanan guru”.

Ada beberapa catatan-catatan yang menjadi pekerjaan rumah yang harus dipikirkan yaitu, terkait hadirnya tim saber pungli membuat keraguan-keraguan para guru dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Seperti, kebijakan kegiatan ekstrakurikuler pada dasarnya tidak menyalahi aturan, hanya saja karena dilaksanakan diluar jam sekolah memerlukan biaya. Terkait hal ini, maka perlu adanya dialog antara kepolisian dan dinas pendidikan dalam menyikapi permasalahan tersebut.

Baca Juga :  Tak Ada Esai Saat Ujian Nasional

Dinas Pendidikan dapat membuat edaran kepada seluruh kepala sekolah, agar dapat melaporkan perencanaan apa saja yang akan dilakukan setiap sekolah.

”Dengan demikian tim saber dan dinas pendidikan mengetahui apa saja program-program di luar program sekolah yang akan dilakukan pihak sekolah,” ujar Dadang, Ketua PGRI Provinsi Kepri.

Terkait kesejahteraan guru-guru honorer khusunya yang ada di daerah-daerah pelosok masih memprihatinkan. Sebelum diterbitkannya UU 23 tahun 2014 terkait Pemerintah Daerah, yang mengatur kewenangan pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri selalu memberikan insentif kepada seluruh guru-guru honor.

Hal tersebut sangat membantu dalam memenuhi kesejahteraan para guru honor. Setelah diterbitkan UU tersebut, maka guru SD dan SMP yang ditangani kabupaten-kota tidak diberikan. ”Banyak guru honor sekolah yang gajinya Rp 800, 450 atau hanya sekitar Rp 150 per bulan,” tuturnya.

Ia meminta sebuah kebijakan dari pemerintah provinsi terkait kesejahteraan para guru honorer. Agar para pendidik dapat lebih konsentrasi dalam meningkatkan mutu pendidikan di setiap daerah masing-masing.

Baca Juga :  UNBK, Listrik Padam di Dua Sekolah

Selain itu, ia meminta, setiap Ketua PGRI kabupaten-kota di Kepri juga melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan masing-masing daerah. Dadang yang juga Kadisdik Tanjungpinang, mengakui kalau kini masih banyak guru honor yang gajinya di bawah Upah Minum Kota (UMK). Terkait hal ini, dijelaskannya karena keterbatasan anggaran Pemko.

”Perlu support dari provinsi, khususnya insentif guru honor,” tuturnya.

Selain itu, para guru menjadi takut dalam melakukan aktivitas didik, karena bisa saja berhadapan dengan masalah hukum. Ini biasanya, benturan antara UU perlindungan anak. Untuk itu, perlu juga, perlindungan terhadap guru, dalam menjalankan aktivitas mengajar, jika terjadi laporan-laporan dari pihak lain.

”Jika benturan terhadap UU perlindungan anak, butuh kepastian perlindungan bagi guru,” tegasnya.

Asissten III Provinsi Kepri, H Muhammad Hasfi mengatakan, dalam membangun sebuah peradaban perlu waktu, dan pastinya banyak kendala. ”Segala bentuk persoalan ini akan kita pecahkan bersama. Karena yang kita bangun ini sebuah kualitas. Makanya perlu kerja sama dalam melaksanakan,” harapnya.

Baca Juga :  Siswa Swasta dan Negeri Kebagian Semua

Konsep sekolah gratis juga harus benar-benar dilaksanakan. Jangan dikatakan gratis namun masih ada biaya-biaya yang harus dikeluarkan para orangtua. Itu yang membuat para guru-guru terkadang terseret di jalur hukum, karena minimnya informasi. Maka perlu dilakukan kordinasi kepada pihak-pihak terkait.

Sekda Bintan, Drs Adi Prihantara hadir dalam acara HUT ke-72 PGRI, berterimakasih kepada PGRI Provinsi Kepri, yang telah mempercayai Kabupaten Bintan sebagai tuan rumah. ”Bahkan Ketua Umum PB PGRI dapat hadir dalam acara ini. Ini satu kebanggaan yang luar biasa bagi Pemkab Bintan,” ungkapnya.

”Tugas berat yang dipikul guru adalah terkait pengembangan karakter anak didiknya. Di zaman modern saat ini, perlu konsep yang baik untuk menumbuhkan jiwa yang baik,” ungkapnya.(YENDI-DESI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here