Hutan Lindung Seijago dan Seipulai Rusak Parah

0
1022
RUSAK PARAH: Kondisi hutan Seijago Tanjunguban rusak parah, tampak dari udara. F-ISTIMEWA

BINTAN – Kondisi hutan lindung Sei Jago di Kecamatan Bintan Utara, dan Seipulai di perbatasan Tanjungpinang-Bintan sangat memprihatinkan. Selain sudah gundul, sebagian besar area justru digarap untuk perkebunan. Pantauan Tanjungpinang Pos di lokasi hutan lindung Seijago, kerusakan hutan sudah sangat parah. Bahkan wilayah hutan yang jelas bersempadan dengan pos polisi kehutanan, sudah rata dengan tanah dan tidak ada perhatian dari pemerintah.

Seorang sumber menyebutkan, kondisi hutan lindung dijarah dan beralih fungsi sebagai perkebunan. Karena ulah beberapa oknum pejabat di masa lalu, yang mengeluarkan surat tanah di atas tanah milik negara tersebut.
”Dahulu orang berani garap dan bangun rumah dari dalam hutan. Namun kini sudah berani menggarap lahan yang berada di pinggir jalan raya, bahkan di polisi kehutanan,” sebutnya dengan menutup identitasnya, kemarin.

Baca Juga :  PT Esco Pun Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Ia mengatakan, sejak 2 tahun terakhir ini pemerintah terkait memang sangat jarang terlihat dalam pengawasan hutan lindung Sei Jago. Ini membuat masyarakat semakin berani membabat hutan lindung, dengan dalih memiliki surat. Luthfi Pratama Ketua Forum Komunitas Hijau (FKH) Bintan sangat menyayangkan kondisi hutan lindung Sei Jago yang sudah rusak parah itu. Hutan lindung seluas 1.627 hektare tersebut bukan menjadi lokasi resapan air lagi. Ia berharap pihak terkait yang mempunyai wewenang untuk menjaga dan menertibkan tindakan terkait kondisi perlindungan hutan lindung.

Baca Juga :  Ekstambang Pasir Bakal Datangkan Duit

Di tempat lain, hutan lindung Seipulai juga rusak parah. Kepala Badan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepri Yerry Suparna menyatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan hutan di hulu Seipulau, Kelurahan gunung Lengkuas, Bintan Timur. Selanjutnya akan berkoordinasi, pembinaan dan reboisasi kembali.

Tim dari kehutanan provinsi sudah menginvetarisasi, hutan yang dijarah itu dan seharusnya dilindungi. Kondisinya mulai gundul, karena beberapa kayunya sengaja di perjual-belikan. ”Nanti kami minta koordinasi dengan kecamatan, kelurahan bahkan keamanan,” tuturnya. Saai ini, kondisi hutan memperihatinkan. Bahkan hutannya sengaja dijarah, dibisniskan. Tapi, tak terlihat polisi kehutanan dari BLHK Kepri, untuk menertibkan aktivitas tersebut. (aan/ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here