Hutang Kapal Dinas Masih Dipertimbangkan

0
80
KAPAL cepat dinas milik Pemkab Natuna seniali Rp 26 miliar untuk mendukung perjalanan dinas Bupati ke wilayah pulau. F-HARDIANSYAH/TANJUNGPINANG POS

Proses pelunasan pembayaram Kapal Dinas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, MV Indra Perkasa 159 sepertinya tidak akan bisa berjalan sebagamana harapan pemerintah. Anggaran untuk pelunasannya, masih jadi pertimbangan di DPRD.

NATUNA – Ketua DPRD Natuna, Yusripandi mengatakan, tahun ini pemerintah telah menganggarkan sisa pembayaran kapal itu sebesar Rp10 miliar melalui APBD Perubahan. Namun ia mengakui, belum bisa memastikan rencana itu bisa terpenuhi atau tidak karena ada bebrapa pertimbang yang perlu ambil terlebih dahulu.

”Terkait bayar sisa tunggakkan kapal itu, kami belum bisa pastikan apakah bisa masuk APBD-P sebagaimana keingan pemerintah atau tidak. Ini kami pertimbangkan dulu,” kata Yusri di kantornya, Rabu (5/9).

Ia menyebut, sedikitnya ada dua pertimbangan yang akan diambil dewan sebelum menyetujui atau tidaknya pelaksanaan pembayaran itu.

Pertimbangan pertama adalah, karena proses pembuatan kapal itu sudah diaudit oleh BPK.

Dengan ini, Yusri mengaku pihaknya perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan Badan Pemeriksa Keuangan itu agar bisa menghasilkan yang benar terkait hal itu nantinya.

Kemudian, pertimbangan kedua berupa kemampuan anggaran.

Ia mengatakan, sebagaimana diketahui Natuna tahun ini dilanda defisit sehingga kondisi ini juga menjadi bahan pertimbangan tersendiri di internal dewan untuk mengambil satu keputusan.

”Kami menyadari sepenuhnya hutang itu harus dibayar. Cuma dengan kondisi yang ada sekarang ini, semuanya harus dipertimbangkan dulu,” jelas Yusri.

Ia tidak menampik, jika di internal dewan ada beberapa saran dan opsi terkait hal di atas pada beberapa pembahasan anggaran yang sudah dan akan digelar. ”Makanya kita lihat aja nanti, saran dan pendapat kawan-kawan di dewan pasti banyak. Bisa saja dibayar sebagian dulu atau dibayar sekaligus, dan atau tidak dibayarkan sama sekali pada tahun ini,” ungkap Yusri.

Sebagaimana berita-berita sebelumnya, MV Indra Perkasa dibuat menggunakan anggaran tahun 2017 dengan total anggaran sebesar Rp26,8 miliar dan sudah dibayar sebagiannya pada tahun berjalan. Sementara, sisanya sebesar Rp10 miliar disepakati untuk dibayar melalui anggaran tahun 2018 ini. (HARDIANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here