Huzrin Terdepak karena Usia

0
910
Huzrin Hood

Dirut BUP Kepri Harus Diganti

Direktur Utama (Dirut) PT Pelabuhan Kepri yang merupakan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Pemprovindi Kepri sedang kosong.

TANJUNGPINANG – DIRUT BUP yang mengaku masih menjabat saat ini, Huzrin Hood harusnya sudah diganti lantaran usianya sudah lebih dari 60 tahun. Pria kelahiran Desa Sungai Ungar Kabupaten Karimun ini sudah berusia 62 tahun lebih. Huzrin lahir, 27 Oktober 1954.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Brigjend Jamhur Ismail juga mengatakan, usia Huzrin Hood sudah lebih dari 60 tahun. Sesuai aturan, usia di atas 60 tahun tak bisa lagi menjabat di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Andi Anhar Chalid sebelumnya juga mengaku, dirinya tak bisa lagi menjabat sebagai pengawas PT Tirta Kepri, salah satu BUMD Pemprov Kepri karena usianya sudah lebih 60 tahun. Memang, beberapa pekan lalu, Huzrin Hood kepada wartawan mengatakan, dirinya mengundurkan diri dari Dirut BUMD di BUP Kepri.

Hanya saja, Huzrin kembali menepis omongannya itu. Malah, ia tetap saja mengurusi lego jangkar karena mengaku masih tetap menjabat. Kepada Tanjungpinang Pos, Huzrin Hood menyampaikan, dirinya sampai saat ini masih menjabat Dirut di PT Pelabuhan Kepri.

Baca Juga :  Pemko Usulkan Penambahan 622 CPNS

Huzrin mengatakan, optimis dengan beberapa rencana bisnis yang akan dikelola bersama pengusaha perkapalan serta PT Pelni (Persero) Kepri, terkait pengelolaan transportasi laut. ”Sebagai informasi bahwa, 28 Oktober nanti kita mengelola sepenuhnya kapal Mv Lintas Kepri. Kemudian menjalin kerja sama dengan Pelni terkait angkutan laut,” terangnya, Kamis (5/10).

”Bahkan besok saya akan menghadap Pak Dirjen Hubla. Terutama masalah harmonisasi antara Menhub dan Menkeu RI. Cuman memang kita masih harus banyak lobi-lobi lagi,” tambahnya.

Di kesempatan berbeda, Kadishub Kepri Jamhur Ismail menyampaikan, isu mundurnya Huzrin dari salah satu anak perusahaan BUMD Pemprov Kepri masih dipertimbangkan. Hanya saja, memang belum ada pengganti dirinya. ”Belum ada pengganti beliau,” jelas Jamhur.

Sebelumnya, Gubernur Nurdin berjanji akan mengevaluasi kinerja pelaporan pertanggungjawaban BUMD Pemprov Kepri yang selama ini beroperasi di Kepri, namun belum memberikan keuntungan yang besar untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri.

Baca Juga :  Kelabui Petugas, Nelayan Vietnam Pakai Bendera Indonesia

Nurdin berjanji akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di internal petinggi BUMD, hanya saja waktu itu, sempat diagendakan untuk RUPS namun sampai hari ini, pertemuan tersebut masih ditunda.

Gubernur Nurdin bahkan sebelumnya sudah geram mendengar beberapa nama perusahaan di BUMD Kepri yang menurut dia sudah diberikan fasilitas gratis pelat merah, namun tak mampu memberikan kontribusi untuk PAD Kepri.

Ia pun bertekat akan segera menggelar RUPS. Bahkan, Gubernur mengancam akan mengganti semua petinggi perusahaan ini dan akan meminta pertanggungjawaban hingga tidak tertutup kemungkinan akan menutupnya.

Pemprov Kepri memiliki tiga BUMD yakni, PT Pelabuhan Kepri (BUP), PT Tirta Kepri yang mengelola air bersih Pulau Bintan dan PT Pembangunan Kepri yang saat ini sudah kolaps.

Ketika persoalan yang menimpa PT Pembangunan Kepri mencuat di berbagai media massa, Huzrin mengatakan akan mengundurkan diri dan kini ia menepis perkataannya itu.

Baca Juga :  Istri Prajurit Sambangi Anak-anak Panti

Ke depan, BUP Kepri akan menjadi perusahaan yang bergelimang uang karena perusahaan ini akan mengelola banyak bisnis di bidang kemaritiman.

Salah satu yang akan dikelola BUP Kepri dalam waktu dekat adalah retribusi lego jangkar yang diperkirakan Rp 240 miliar setahun. Kemudian, BUP bisa mengembangkan penjualan air dan bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal-kapal yang lego jangkar termasuk akan kerja sama mengelola Pelabuhan Dompak tahun 2019 nanti. Salah satu yang dinilai paling tepat untuk mengisi kekosongan Dirut BUP ini adalah Azirwan. Pria ini selalu sukses atas semua tugas yang diberikan kepadanya.

Azirman sudah memajukan BUMD Bintan, Kampus STIE Tanjungpinang, Stisipol Tanjungpinang dan lainnya. Meski sudah aturan bahwa usia 60 tahun ke atas tak bisa lagi memimpin BUMD, namun Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan Jamhur Ismail tetap mempertahankan Huzrin.(SUHARDI-MARTUNAS-ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here