Ibu Manfaatkan Anak untuk Mengemis

0
730
DIAMANKAN: Petugas gabungan mengamankan anak punk dan gepeng di Tanjungpinang, kemarin. f-raymon/tanjungpinang pos

Gepeng Dan Anak Punk Berdalih Saat Dirazia Polisi 

Banyak cara dilakukan pengemis untuk mendapat belas kasihan. Bahkan, anak sendiri jadi modal untuk mengais rejeki di berbagai sudut kota ini. 

Tanjungpinang – INILAH yang dilakukan, seorang ibu (MS). Ia memanfaatkan dua anaknya untuk mengemis. Namun, aksinya ketahuan juga saat Polres Tanjungpinang dan Dinsos serta Satpol PP menggelar razia gelandangan, pengemis (gepeng) dan anak punk, Rabu (22/2).

Dianggap meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum di Kota Tanjungpinang, anak punk dan gepeng digaruk polisi.

Lagi asik santai di depan pintu masuk Vihara Bahtra Sasana di Jalan Merdeka, ketiga gepeng itu sontak terkejut begitu dihampiri petugas gabungan.

Seketika, raut wajah para gepeng berubah pucat. Para gepeng yang terjaring rata-rata berumur 40 tahun ke atas.

Kepada petugas, mereka berdalih bukanlah peminta-minta uang kepada pengunjung vihara melainkan pedagang yang baru selesai berjualan di pasar. Para pengemis sempat menolak untuk diamankan oleh pihak kepolisian.

”Kami hanya duduk di sini pak. Kami bukan pengemis. Kami baru selesai berdagang di pasar,” kata salah satu pengemis.

Sesaat hendak dimasukkan ke dalam mobil, ketiganya tetap protes bahwa mereka bukanlah pengemis.

LS, salah satu yang diamankan buka mulut sambil menunjuk seorang ibu yang berdiri di samping sepeda motor yang terparkir.

”Itu (MS) pak, yang baju merah. Ia membawa dua anak untuk disuruh mengemis,” sebutnya ketus.

Sontak saja petugas yang sedang terfokus pada ketiga wanita paru bayah ini, memalingkan pandangan mereka. MS bersama kedua anaknya tidak bisa kemana-mana lagi dan langsung diamankan petugas.

Modus yang dilakukan MS ini sengaja memanfaatkan kedua anaknya yang masih kecil untuk mendapat pundi rupiah dengan cara mengemis.

Saat itu, petugas tidak hanya melakukan operasi Bina Kusuma mengamankan para pengemis. Petugas juga mengamankan tiga orang anak punk yang sedang berada di Jalan Sudirman. Anak punk tersebut baru selesai mengamen di rumah makan dan langsung diamankan.

Dari pemeriksaan, ketiga anak punk tersebut tidak mengantongi identitas. Selain itu petugas juga menemukan dua kotak obat batuk merek Komix yang diduga akan digunakan untuk mabuk.

Salah satu anak punk sempat berusaha melarikan diri. Tetapi petugas langsung menangkapnya. ”Jangan lari, diam saja di situ,” ungkap Kasat Binmas sambil memegang pundak anak punk itu.

Kedelapan orang pengemis dan anak punk tersebut digelandang ke Mapolres Tanjungpinang.
Kasat Binmas Polres Tanjungpinang, AKP Zalukhu mengatakan, Operasi Bina Kusuma 2017 yang digelar Polres Tanjungpinang, Satpol PP dan Dinas Sosial berhasil mengamankan pengemis dan anak punk yang kerap meresahkan masyarakat Tanjungpinang.

”Selain delapan orang pengemis dan anak punk, juga mengamankan dua anak di bawah umur yang dimanfaatkan orangtuanya untuk mengemis,” katanya.

Pengemis dibawa ke Mapolres untuk dinasihati agar tidak mengganggu ketertiban masyarakat Tanjungpinang.

”Operasi Bina Kusuma, bukan menangkap namun memberi nasehat, jangan mengganggu ketertiban masyarakat Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Setelah diamankan dan diberi nasihat akan dilakukan pendataan dan selanjutnya diserahkan ke keluarga masing-masing.

Pengemis yang diamankan inisial AP, IR, ES, M, SY, MS, LS, dan J.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here