Ikan Dingkis Bertelur Laris Manis

0
862
Warga Tionghoa saat membeli ikan dingkis sebelum Imlek.f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Ikan Dingkis laris manis diburu warga Tionghoa. Ikan muncul dan mulai bertelur menjelang perayaan Imlek. Orang Tionghoa juga menyebutnya Ikan Imlek.

Ikan Dingkis merupakan ikan yang laku dibeli oleh masyarakat Tionghoa perayaan Imlek.

Ikan Dingkis memang sangat diminati masyarakat Tanjungpinang bahkan hingga Singapura. Selain bertelur hanya pada saat Imlek, masyarakat Tionghoa juga percaya ikan ini membawa berkah. Sehingga ikan ini menjadi khas saat perayaan Imlek.

Ikan dingkis dipercaya dapat membawa keberkahan jika dikonsumsi pada tahun baru Imlek.

Baca Juga :  15.850 Penumpang Lewat Bandara RHF

Nareus, salah seorang pedagang musiman ikan dingkis mematok harga bervariatif antara Rp50 ribu hingga Rp 200 ribu per kilogram. Harganya tergantung ukuran ikan, semakin besar ikannya maka semakin mahal harganya.

”Kebanyakan orang mencari ikan yang besar dan bertelur,” katanya Selasa (5/2).

Lanjutnya, pada bulan pertama dan kedua penanggalan Cina, ikan dingkis mulai bertelur dan itulah sebabnya ikan ini paling diburu untuk mengkonsumsi telurnya. ”Sekarang musimnya ikan dingkis mulai bertelur, setahun dua kali ikan ini bertelur,” sebutnya.

Baca Juga :  Kampung Bulang Juara MTQ lagi di Tingkat Kecamatan

Apeng salah seorang warga Tanjungpinang mengaku memang rutin mengkonsumsi ikan dingkis di setiap perayaan Imlek karena mengharap keberkahan. ”Ya nanti kita masak asam pedas lah,” singkat Apeng. Ikan dingkis dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan berbagai nama. Seperti di Kepulauan Seribu dinamakan kea-kea, kemudian di Jawa Tengah disebut dengan biawas.

Sedangkan masyarakat Pulau Maluku menyebutnya dengan Samadar. Ikan dingkis banyak ditemukan di perairan dangkal dan ikan ini disebut juga sebagai rabbit fish lantaran prilakunya memakan tumbuh-tumbuhan rumput laut. (ray)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here