Ikan Selar Pemicu Inflasi

0
393
Pedagang ikan segar saat melayani pembeli di Pasar Bintancentre, baru-baru ini. Andri Dwi S/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Pada bulan Februari 2018 lalu, angka inflasi Kota Tanjungpinang masih terus stabil yang berada pada angka 0,15 persen. Ini lebih rendah di bandingkan dari pada bulan sebelumnya yang berada pada angka 0,18 persen. Hal ini terungkap saat tim inflasi Kota Tanjungpinang menggelar rapat di kantor Wali Kota Tanjungpinang, Rabu (15/3) kemarin.

Ini menunjukkan bahwa timm pengendali inflasi daerah (TPID) Kota Tanjungpinang sangat konsisten dalam mengendalikan inflasi. Salah satu perwakilan dari Bank Indonesia (BI) menjelaskan bahwa inflasi pada Kota Tanjungpinang ini disebabkan oleh kenaikan pada ikan tongkol, selar, dan kembung.

Kenaikan pada ikan-ikan tersebut disebabkan oleh fenomena musim utara pada bulan lalu yang menyebabkan para nelayan tidak dapat melaut dengan optimal. Akibatnya, kurangnya pasokan ikan untuk masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Riono, selaku pimpinan rapat bulanan TPID menjelaskan bahwa kenaikan pada ikan-ikan tersebut memang masih dikaitkan dengan musim utara. Pada saat ini sudah masuk musim pancarobah yang seharunya tidak ada lagi permasalahan kenaikan pada harga ikan-ikan tersebut, sehingga di bulan berikutnya inflasi Kota Tanjungpinang dapat lebih stabil lagi. Selain itu, Riono, juga menjelaskan bahwa untuk mengantisipasi kecukupan stok kebutuhan ikan TPID Kota Tanjungpinang sudah menjalin kerjasama dengan Kabupaten Kepulauan Anambas.

”Kerjasama dengan Anambas telah disambut baik,” tegasnya. ”Kita sangat mengharapkan menjelang menghadapi puasa Ramadan dan Lebaran Idul Fitri mendatang tidak adalagi permaslahan kenaikan pada komuditas ikan-ikan tersebut,” harapnya.

Dalam rapat tersebut juga perwakilan dari Bulog juga menjelaskan bahwa stok beras yang ada di Bulog saat ini 850 ton. Masih dalam perjalan sebanyak 800 ton lagi. Stok beras ini di perkirakan masih cukup hingga bulan Juni mendatang. Stok gula yang ada di Bulog sebanyak 218.850 kg, sedangkan minyak goreng 35.000 liter. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here