Illegal Logging Marak, Aparat Tutup Mata

0
779
SIAP KIRIM: Kayu balok olahan siap kirim yang terdapat di pinggir-pinggir jalan Desa Resun-Pancur. f-TENGKU/TANJUNGPINANG POS

LINGGA – AKSI pencurian kayu Atau pembalakan liar hingga kini masih marak terjadi di Pulau Lingga. Luasnya area hutan, menjadi ladang subur bagi pelaku yang tidak bertanggungjawab menjalankan aktivitas untuk memperoleh keuntungan.

Kayu hasil pembalakan liar tersebut dibawa ke luar daerah seperti Kota Batam, dan daerah lainnya yang sedang membutuhkan. Ironisnya, aksi pembalakan ini luput dari perhatian instansi penegak hukum. Padahal kayu-kayu hasil pembalakan tersebut, terlihat jelas di sepanjang jalan umum yang menghubungkan Desa Resun menuju Kota Pancur.

Baca Juga :  Susi Air Tambah Pesawat Baru

”Hampir setiap hari ada kayu yang telah diolah dan diletakkan di pinggir jalan oleh pekerja yang memotongnya sebelum dibawa dengan truk menuju pelabuhan rakyat yang ada di desa-desa di Kecamatan Lingga Timur,” kata Ajwar salah seorang warga Resun kepada Tanjungpinang Pos, Minggu (2/7). Menurutnya, sedikitnya puluhan ton kayu olahan dari hutan di Pulau Lingga dikeluarkan dengan bebas tanpa pengawasan dari instansi terkait. Pos polisi kehutanan yang dibangun di sekitar hutan, hanya menjadi pajangan tanpa ada personel yang menempati.

Baca Juga :  Rawan Banjir, Warga Minta Relokasi Sekolah

”Pos kehutanan memang ada di daerah tersebut, namun kondisinya sudah tidak terawat. Kemungkinan dari sejak dibangun sudah tidak berpenghuni,” sebutnya. Menanggapi hal ini, salah seorang tokoh masyarakat, Muspar, membenarkan adanya aksi illegal logging di Pulau Lingga. Dalam beberapa kali kesempatan, ia telah melaporkan hal ini kepada Gubernur dan Kapolda Kepri untuk menindaklanjuti aksi illegal logging ini.

”Namun sampai saat ini belum ada realisasi. Aksi illegal logging masih saja terjadi,” ucapnya. Ia berharap, aparat penegak hukum segera menindak pelaku illegal logging di Pulau Lingga. ”Bila tidak segera dicegah maka hutan di Lingga ini akan gundul dan yang merasakan akibatnya anak cucu kita nanti,” imbuhnya.(TENGKU IRWANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here