Imigrasi Batalkan Aturan Deposit Rp 25 Juta

0
343
BUAT PASPOR: Dua warga Tanjungpinang saat mengurus paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Selasa (21/3). F-andri/tanjungpinangpos

Pembuatan Paspor 

Tanjungpinang – Setelah menuai banyak protes dari publik, akhirnya Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM membatalkan persyaratan untuk menunjukkan deposit di tabungan sebesar Rp 25 juta jika ingin mengajukan pembuatan paspor.

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno mengatakan, baik masyarakat atau media cenderung belum bisa menerima kebijakan tersebut dengan baik.

”Ini berdasarkan analisa pantauan kami melalui media intelijen. Artinya, masyarakat kita perlu didengar aspirasinya. Jika memang dianggap memberatkan, maka kebijakan tersebut tidak boleh berdiri kokoh, (dia) kebijakan harus menyesuaikan,” ujar Agung Senin, (20/3).

Sebelumnya, imigrasi beralasan mengeluarkan aturan tersebut untuk mencegah terjadinya Tindak Perdagangan Manusia yang kerap menimpa kepada calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Oleh sebab itu, petugas imigrasi harus mampu mengenali orang-orang yang diduga kuat akan berangkat kerja ke luar negeri secara ilegal.

Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian (Lantaskim) Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang, Tatok Hari Sasono, menambahkan saldo sebesar Rp 25 juta di buku tabungan, tak menjadi suatu kewajiban persyaratan yang mutlak untuk pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang.

”Inipun bukan menjadi salah satu syarat yang mutlak untuk pembuatan paspor. Karena bukan wewenang kita untuk meminta buku tabungan itu. Ini yang perlu diketahui oleh masyarakat kita,” kata dia.

Petugas, lanjut dia, akan wawancara kepada orang yang bersangkutan. Karena di Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang memiliki teknik wawancara terhadap masyarakat yang ingin buat paspor.

Pertanyaan yang akan dilontarkan oleh petugas, kata dia, seputaran diri pribadi orang tersebut. Contoh, tujuan buat paspor untuk apa? Apakah untuk melancong atau kerja dan sebagainya. Kemudian, pekerjaan orang tersebut apa.

Tujuannya, pihaknya mencegah jangan sampai menyalahgunakan dokumen yang tidak semestinya. Paspor salah satu dokumennya.

”Ya, kurang lebih seperti itu. Karena kita tidak mau paspor tersebut disalahgunakan,” terang dia.

Kalau sudah disalahgunakan, lanjutnya, orang tersebut sudah menjadi korban atau melakukan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Seperti paspor tersebut di pegang dengan A.

Padahal yang memiliki paspor si B. Jadi, si B bekerja dengan si A dan seterusnya. Artinya, si B sampai tidak tahu apakah paspor tersebut mati atau tidak. Kalau sudah seperti ini, si B tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

”Kan kasihan kalau seperti ini. Betulkan,” ucapnya.

Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat mengurus sendiri untuk buat paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Tanjungpinang. Supaya masyarakat tahu alur pembuatan paspor. Karena buat paspor sangat mudah sekali. Sebab, setiap pelayanan sudah di tempel alur pembuatan paspor.

”Jangan mendengar, atau mau ajakan orang bekerja di luar negeri. Kalau ingin kerja sesuai prosedur yang berlaku,” imbaunya.(ANDRI-JPNN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here