Imigrasi Deportasi Pencuri Ikan Asal Vietnam

0
421
Ikhsanul

Anambas – IMIGRASI Tarempa mendeportasi 11 orang Warga Negara Asing (WNA) berkewargeraan Vietnam, Sabtu (25/2). WNA yang dipulangkan merupakan nelayan yang ditangkap oleh PSDKP saat melakukan pencurian ikan di laut Indonesia.

Sebelumnya pada 13 Februari 2017 silam, pihak Imigrasi juga mendoportasi tiga warga Kamboja dari Anambas ke negara asal.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Tarempa, Ikhsanul Humala Pane Harahap mengatakan, pemulangan ini dilakukan sudah melalui mekanisme dan prosedur dan sesuai dengan jadwal WNA tersebut akan tiba ke negaranya pada hari Minggu (26/2).

”Kita berangkatkan mereka menggunakan pesawat terbang Express Air dan bermalam di Tanjungpinang, kemudian Minggu akan diterbangkan ke Jakarta, dan langsung terbang ke negara asalnya. Untuk waktu diurus oleh Imigrasi Soekarno Hatta,” kata Ikhsanul kemarin.

Ia mengungkapkan biaya kepulangan warga negara Vietnam ini seluruhnya ditanggung oleh keduataan Vietnam yang ada di Jakarta.

”Untuk deportasi ini berkoordinasi dengan dengan kedutaan Vietnam, aparat terkait, bahkan petugas PSDKP dilibatkan dalam mengantarkan warga yang dideportasi ini,” jelasnya.

Iksanul menyampaikan, pemulangan WNA ini sudah melakukan kontak dengan pihak Kedutaan Vietnam, keluarga dan pihak agen para nelayan ini.

”Kontak ini untuk koordinasi rencana pemulangannya ke negara asal,” tukasnya.

Kata Ikhsanul, saat ini ada 23 orang WNA yang ditahan oleh Angkatan Laut sebanyak 17 diantaranya sudah diserahkan ke imigrasi. Sedangkan untuk PSDKP itu ada 111 WNA yang non justisia terdapat 94 orang dan sisanya 15 orang pro justisia 15 orang.

”Kita tetap akan melakukan komunikasi dengan pihak kedutaan mereka, dan melalui proses prosedur kita akan melakuka pemulangan WNA tersebut, kecuali nakhodanya saja yang tidak dipulangkan,” jelasnya.

Terpisah Ivan dari PSDKP Tarempa mengemukakan, warga Vietnam yang dideportasi merupakan tangkapan dari kapal Orcha 02 pada November 2016.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here